KABARMASA.COM, JAKARTA- Rencana pemerintah mengimpor Pickup buat Koperasi Merah Putih memang paling ideal harus di tinjau ulang. Ini jelas penghinaan terhadap kemampuan dalam negeri, (26/02/2026).
Respon cepat pimpinan DPR RI Prof. Sufmi Dasco Ahmad patut diapresiasi oleh semua pihak. Ini sejalan dengan semangat presiden Prabowo yang hendak mendorong Industri otomotif nasional maju.
Presiden Prabowo sendiri, mobil dinas nya menggunakan produk Industri otomotif nasional. Langkah impor tersebut tidak sejalan dengan visi Prabowo Subianto Presiden yang mendorong penguatan ekonomi domestik melalui berbagai program prioritas.
"Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota terlalu gegabah mengambil keputusan tanpa melakukan kalkulasi matang dengan melibatkan Industri otomotif lokal". ujar Muhammad Natsir (Ketua DPP KNPI/Kornas Gerakan Muda Pembaharu)
Alasan impor pickup dari India ini terlalu mengada-ngada. Padahal faktanya, Industri otomotif lokal punya kemampuan untuk memproduksi kebutuhan Koperasi Merah Putih.
Uang 24 trilliun lebih itu, jika beredar di dalam negeri sangat signifikan dampaknya berantai pada sektor usaha masyarakat. Ini yang tidak di kalkulasi.
"Sejumlah pembantu presiden mestinya cermat dan cerdas menerjemahkan kehendak kebijakan dan agenda prioritas presiden Prabowo untuk kemajuan sektor ekonomi nasional", pungkasnya.






No comments:
Post a Comment