KABARMASA.COM,JAKARTA - Menyikapi pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Bapak Pramono Anung, yang akan memulai program pemilihan sampah, Cipayung Plus DKI Jakarta menyatakan sikap dukungan penuh dan kesiapan menggerakkan kader diseluruh wilayah jakartaJakarta, 20 Mei 2026
Koordinator/Perwakilan Cipayung Plus DKI Jakarta Nadzir Ahyaulilmi, menilai bahwa kebijakan ini merupakan terobosan strategis untuk menguraikan persoalan klasik sampah yang selamaini membebani TPST Bantargebang.
Cipayung Plus DKI Jakarta yang terdiri dari Organisasi mahasiswa dan Kepemudaan Diantaranya yaitu PMII, HIMA PERSIS, HIKMABUDHI, KAMMI, KMHDI, SEMMI, GMKI, PMKRI DAN GMNI. Menyatakan siap menjadi kolaborator aktif pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menjaga lingkungan dan membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelenjutan.
Berdasarkan data pengelolaan sampah di jakarta, di tahun 2025 Jakarta setiap harinya menghasilkan sekitar 7.812 Ton/Hari yang mana setiap Tahunnya angka ini slalu naik.dari Total sampah yang ada di jakarta Sekitar 79,5% (6.210 T0N /hari) di kirim ke Bntargebang, 3,8%(298 Ton/hari) Dikirim ke TPA Burangrang dan 2,3% (176 Ton/hari) Dikirim ke TPA cikokol
Jika kita melihat data pengelolaan sampah tahun 2025 di jakarta, lebih banyak sampah yang di angkut ke TPST/TPA sekitar 81,6% Sedangkan sampah yang di daur ulang hanya 12,3%, Sampah yang diolah organik hanya 3,7% dan pengelolaan lainya seperti Insinerator dan RSF hanya 2,3% Padahal 43,8 % dari total sampah yang ada di Jakarta adalah sampah organik dan 18,1% adalah sampah plastik.
Dari data yang ada cipayung plus DKI Jakarta menilai bahwa TPST/TPA Bantar Gebang sudah mengalami beban yang sangat berat dan berisik terhadap lingkungan apalagi sudah memakan korban jiwa dan menjadi duka bagi kita semua selaku warga jakarta dan kami mengkhawatirkan keselamatan masyarakat. Karena itu, pemerintah perlu segera melakukan transformasi sistem pengelolaan sampah yang modern, berkelanjutan dan memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat.
"kami mendukung Gubernur penuh program Bapak Gubernur DKI Jakarta terkait pilah pilih sampah. namun kami juga meminta pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk secara bertahap menghentikan ketergantungan pembuangan sampah ke Bantargebang dan menghadirkan solusi yang lebih berdampak terhadap ekonomi masyarakat" ujar Nadzir Ahyaulilmi Koordinator/Perwakilan Cipayung Plus DKI Jakarta
Menurut Nadzir, solusi pengelolaan sampah ke depan harus mampu menciptakan nilai ekonomi baru melalui penguatan Bank sampah, industri daur ulang, pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat dalam ekonomi sirkular.
Selain itu, Cipayung Plus DKI Jakarta mendorong pemerintah DKI Jakarta untuk mempercepat pembangunan fasilitas pengelolaan sampah modern atau MRF di setiap kecamatan agar persoalan sampah Jakarta tidak terus menumpuk di Bantargebang.
Cipayung Plus DKI Jakarta juga Siap mengintruksikan kepada seluruh anggota untuk menjadi pelopor pemilih sampah di rumah masing masing serta lingkungan kampus dan komunitas, selain itu juga kamiakan membuat yang namanya "Sekolah Relawan Pilah Sampah" Guna membantu Pemprov DKI Jakarta untuk mengedukasi masyarakat Jakarta dalam hal mempilah pilih sampah serta pengelolaannya.
kami memandang persoalan sampah bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi persoalan sosial, ekonomi dan peradaban kota. Karena itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan semangat "Jaga Jakarta, Jaga Lingkungan" Sebagai gerakan bersama. Jakarta yang bersih adalah cerminan masyarakat yang peduli. Jakarta yang sehat adalah hasil dari kolaborasi semua pihak. Dan Jakarta yang berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila masyarakat, pemerintah dan generasi muda bergerak bersama menjaga lingkungan demi masa depan yang lebih baik.








.jpeg)
.jpeg)







.jpeg)












.jpeg)






