DPD IYC Kepri Soroti Pembatasan Perekaman Video Saat Diskusi Karhutla Bersama Pemko dan Damkar Kota Batam


 

DPD IYC Kepri – Mengawal Lingkungan, Menjaga Kepentingan Masyarakat.

 

KABARMASA.COM, KEPULAUAN RIAU - Kota Batam - Dewan Pimpinan Daerah Indonesian Youht Congres Kepulauan Riau (DPD IYC Kepri) Bisa juga Menjadi Perkumpulan Pemuda dan Mahasiswa, Zuan Sebagai Sekretaris Jenderal DPD IYC Kepri Menduga tidak ada transparansi saat Berdialektika dalam kegiatan berlangsung, salah satu pihak Pemko Batam dan Damkar Batam tidak memperbolehkan merekam kegiatan berlangsung saat audisi dengar pendapat, Terkait Karhutla

Kami menyoroti adanya pembatasan terhadap aktivitas perekaman video saat berlangsungnya diskusi bersama Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Batam terkait persoalan Karhutla, hutan-hutan lindung yang Berdampak Polusi Udara menyebar ke beberapa titik wilayah Provinsi, terkhusus di Provinsi serta Kota/Kabupatennya.Jumat (6/11/26)

"Dalam kegiatan tersebut, perwakilan DPD IYC Kepri bermaksud mendokumentasikan jalannya diskusi sebagai bagian dari bentuk transparansi, publikasi, serta pertanggungjawaban organisasi kepada masyarakat".

Namun, pihak DPD IYC Kepri menyampaikan bahwa mereka tidak dapat melakukan perekaman video selama diskusi berlangsung. Kondisi tersebut menjadi perhatian organisasi karena dokumentasi kegiatan merupakan salah satu bentuk keterbukaan informasi kepada publik.

Masih lanjut Zuan Sekretaris Jenderal DPD IYC Kepri, menilai bahwa persoalan Karhutla bukan sekadar persoalan teknis pemadaman kebakaran, melainkan menyangkut keselamatan masyarakat, kelestarian lingkungan, kualitas udara, serta tanggung jawab pemerintah dalam melindungi wilayah Provinsi Kepri terkhusus di Kota Batam.

Sekretaris Jenderal DPD IYC Kepri menyampaikan bahwa ruang diskusi antara pemerintah dan elemen masyarakat seharusnya dibangun dengan semangat keterbukaan, komunikasi yang sehat, dan saling menghargai.

"Ketika masyarakat dan organisasi kepemudaan hadir untuk berdiskusi mengenai persoalan lingkungan, semangat keterbukaan harus menjadi bagian penting. Dokumentasi kegiatan juga diperlukan agar masyarakat mengetahui bagaimana persoalan Karhutla dibahas dan ditindaklanjuti".Pungkas Zuan

DPD IYC Kepri berharap Pemko Batam dan Damkar Kota Batam dapat memberikan penjelasan mengenai kebijakan pembatasan perekaman tersebut, termasuk apakah terdapat alasan atau ketentuan khusus yang mendasarinya.

Organisasi ini juga mendorong agar pemerintah tidak hanya membuka ruang dialog, tetapi juga memastikan adanya tindak lanjut nyata dalam penanganan hutan yang botak  di Kota Batam.

Kami menegaskan kembali bahwa pengawasan masyarakat bukanlah bentuk permusuhan terhadap pemerintah. Sebaliknya, kritik, diskusi, dan kontrol sosial merupakan bagian dari upaya bersama untuk menciptakan pemerintahan yang transparan dan bertanggung jawab. Tutup Zuan Sekretaris Jenderal (Tim/Red)

 

Share:

PETA KEKUATAN POLITIK SENAYAN! Ini Komposisi 8 Partai di DPR RI

KABARMASA.COM, JAKARTA – Peta kekuatan politik di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 2024–2029 terdiri dari delapan fraksi partai politik dengan total 580 anggota. Komposisi tersebut menjadi gambaran konfigurasi politik di parlemen dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran.

Delapan partai politik yang memiliki fraksi di DPR RI adalah PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Demokrat.

Berdasarkan hasil Pemilu Legislatif 2024, PDI Perjuangan memperoleh kursi terbanyak dengan 110 kursi, disusul Partai Golkar sebanyak 102 kursi dan Partai Gerindra sebanyak 86 kursi.

Komposisi Kursi Partai Politik di DPR RI

Berikut komposisi delapan partai politik berdasarkan perolehan kursi Pemilu 2024:

No.Partai PolitikJumlah Kursi
1PDI Perjuangan110
2Partai Golkar102
3Partai Gerindra86
4Partai NasDem69
5PKB68
6PKS53
7PAN48
8Partai Demokrat44
Total580

Komposisi tersebut memperlihatkan distribusi keterwakilan delapan partai politik di parlemen. Data perolehan kursi mengacu pada hasil penetapan Pemilu 2024.

Daftar Ketua dan Pengurus Fraksi DPR RI

Berikut susunan pengurus inti fraksi DPR RI periode 2024–2029 berdasarkan informasi kelembagaan dan pembaruan yang dipublikasikan masing-masing fraksi.

1. Fraksi PDI Perjuangan – 110 Kursi

  • Ketua Fraksi: Utut Adianto

  • Sekretaris: Dolfie Othniel Frederic Palit

  • Bendahara: Mochamad Herviano

Utut Adianto kembali dipercaya memimpin Fraksi PDI Perjuangan. Sementara itu, Dolfie Othniel Frederic Palit mengisi posisi sekretaris dan Mochamad Herviano menjabat bendahara.

2. Fraksi Partai Golkar – 102 Kursi

  • Ketua Fraksi: Muhammad Sarmuji

  • Sekretaris: Sari Yuliati

  • Bendahara: Puteri Anetta Komarudin

Terdapat perubahan dalam kepengurusan Fraksi Golkar pada November 2025. Sari Yuliati ditetapkan sebagai sekretaris menggantikan Mukhtarudin, sedangkan Puteri Komarudin ditunjuk sebagai bendahara.

3. Fraksi Partai Gerindra – 86 Kursi

  • Ketua Fraksi: Budisatrio Djiwandono

  • Sekretaris: Bambang Haryadi

  • Bendahara: Novita Wijayanti

Dalam struktur kepengurusan, sejumlah anggota juga mendapatkan tugas sebagai wakil ketua fraksi, di antaranya Mohamad Hekal, Andi Iwan Darmawan Aras, Wihadi Wiyanto, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, dan Andre Rosiade.

4. Fraksi Partai NasDem – 69 Kursi

  • Ketua Fraksi: Viktor Bungtilu Laiskodat

  • Sekretaris: Ahmad Sahroni

  • Bendahara: Nafa Urbach

Fraksi NasDem dipimpin Viktor Bungtilu Laiskodat. Susunan kepengurusan tersebut juga tercantum dalam laman resmi Fraksi NasDem DPR RI.

5. Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa – 68 Kursi

  • Ketua Fraksi: Jazilul Fawaid

  • Sekretaris: Anggia Erma Rini

  • Bendahara: Muhamad Rano Al Fath

Fraksi PKB dipimpin Jazilul Fawaid dengan Anggia Erma Rini sebagai sekretaris dan Muhamad Rano Al Fath sebagai bendahara.

6. Fraksi Partai Keadilan Sejahtera – 53 Kursi

Berdasarkan pembaruan komposisi Fraksi PKS yang dipublikasikan pada Juni 2026:

  • Ketua Fraksi: Abdul Kharis Almasyhari

  • Sekretaris: Ledia Hanifa

  • Wakil Sekretaris: Izzuddin Alqassam Kasuba

  • Bendahara: Kurniasih Mufidayati

  • Wakil Bendahara: Ismail Bachtiar

Dalam struktur bidang, terdapat pula nama Sukamta, Netty Prasetiyani, Abdul Hadi, Amin, dan Adang Daradjatun.

7. Fraksi Partai Amanat Nasional – 48 Kursi

  • Ketua Fraksi: Putri Zulkifli Hasan

  • Sekretaris: Ahmad Najib Qodratullah

  • Bendahara: Widya Pratiwi

Putri Zulkifli Hasan memimpin Fraksi PAN DPR RI periode 2024–2029 dengan dukungan jajaran pengurus fraksi.

8. Fraksi Partai Demokrat – 44 Kursi

  • Ketua Fraksi: Edhie Baskoro Yudhoyono

  • Wakil Ketua: Hinca Panjaitan

  • Wakil Ketua: Sartono

  • Wakil Ketua: Mulyadi

  • Wakil Ketua: Rinto Subekti

  • Sekretaris: Marwan Cik Asan

  • Bendahara: Dina Lorenza Audria

Fraksi Partai Demokrat dipimpin Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang dikenal dengan sapaan Ibas. Struktur fraksi juga mencakup jajaran wakil sekretaris dan wakil bendahara.

Delapan Fraksi Menjadi Penentu Dinamika Parlemen

Keberadaan delapan fraksi tersebut menjadi bagian penting dalam mekanisme pengambilan keputusan di DPR RI. Setiap fraksi memiliki peran mengoordinasikan anggota partai dalam pembahasan rancangan undang-undang, rapat komisi, pembahasan anggaran negara, hingga pelaksanaan fungsi pengawasan terhadap pemerintah.

Selain jumlah kursi, posisi pimpinan fraksi juga memiliki peran strategis dalam menentukan koordinasi internal dan penyampaian sikap politik fraksi dalam berbagai agenda parlemen.

Dengan komposisi 580 anggota dan delapan fraksi, dinamika politik Senayan pada periode 2024–2029 akan terus menjadi perhatian publik, terutama dalam pembahasan kebijakan nasional yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.

Catatan: Susunan pengurus di atas merupakan pengurus inti dan sejumlah posisi struktural yang dapat diverifikasi melalui publikasi kelembagaan. Susunan lengkap seluruh anggota, pimpinan bidang, serta perubahan akibat rotasi atau pergantian antarwaktu (PAW) dapat berubah selama masa jabatan.

Share:

CPNS 2026 Belum Resmi Dibuka, Calon Pelamar Diminta Waspadai Informasi Palsu

KABARMASA.COM, JAKARTA – Informasi mengenai pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 terus menjadi perhatian masyarakat, khususnya lulusan perguruan tinggi dan pencari kerja.

Memasuki November 2026, jadwal resmi pembukaan seleksi CPNS jalur umum belum diumumkan secara resmi oleh pemerintah berdasarkan informasi yang tersedia.

Masyarakat diimbau tidak mudah percaya terhadap informasi yang menjanjikan kelulusan, pembukaan pendaftaran instan, maupun permintaan sejumlah uang dengan mengatasnamakan proses rekrutmen ASN.

Calon pelamar sebaiknya memantau informasi melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kementerian PANRB, serta portal resmi SSCASN.

Selain mempersiapkan dokumen administrasi, calon peserta juga dapat mulai mempelajari materi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), termasuk Tes Wawasan Kebangsaan, Tes Intelegensia Umum, dan Tes Karakteristik Pribadi.

Persiapan sejak dini menjadi langkah penting agar masyarakat tidak tertinggal ketika pemerintah mengumumkan jadwal seleksi secara resmi.

Share:

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,47 Persen, Pemerintah Hadapi Tantangan Daya Beli dan Harga Pangan

KABARMASA.COM, JAKARTA – Perekonomian Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 5,47 persen pada kuartal III 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan pertumbuhan kuartal II 2026 yang mencapai 5,29 persen.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebut pertumbuhan tersebut didukung konsumsi domestik, investasi, serta kinerja sejumlah sektor industri.

Sektor industri pengolahan tumbuh 5,87 persen, sementara sektor akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan 11,22 persen.

Dari sisi investasi, realisasi pada kuartal III mencapai Rp528,7 triliun dengan pertumbuhan 7,6 persen secara tahunan. Investasi tersebut juga menyerap sekitar 745.634 tenaga kerja.

Meski demikian, pemerintah masih menghadapi tantangan menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah tekanan harga pangan, energi, dan dinamika nilai tukar rupiah.

Kondisi ini menjadi pekerjaan penting agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terlihat dalam angka statistik, tetapi juga dirasakan secara nyata oleh masyarakat melalui peningkatan kesempatan kerja dan kesejahteraan.

Sumber: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, 5 November 2026.

Share:

Kasus Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo Memanas, Empat Perwira Polisi Terseret Penyidikan

KABARMASA.COM, JAKARTA – Kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto memasuki babak baru. Kepolisian Indonesia telah menetapkan empat perwira polisi sebagai tersangka dalam perkara yang kini menjadi sorotan nasional.

Salah satu nama yang disebut dalam perkembangan penyidikan adalah Irjen Slamet Uliandi. Sebelumnya, tiga perwira lainnya juga telah ditangkap dalam rangkaian pengusutan perkara tersebut.

Reuters melaporkan bahwa penyidik masih mendalami dugaan persetujuan penyadapan, penghapusan catatan, serta kemungkinan motif di balik tindakan tersebut.

Polri juga telah membentuk tim khusus untuk menangani perkara ini. Sejumlah personel kepolisian dan ahli kriminal serta teknologi informasi telah dimintai keterangan.

Perkembangan kasus tersebut memunculkan perhatian terhadap pentingnya pengawasan internal, profesionalitas aparat, serta perlindungan keamanan komunikasi kepala negara.

Publik kini menantikan hasil penyidikan secara transparan dan akuntabel agar seluruh fakta hukum dapat terungkap.

Share:

PERMAHI Jakarta Timur Bersama Tim Hukum Penyelamat KonstitusI Dan Demokrasi Sampaikan Aspirasi Ke DPD RI Desak Usulan Sidang Istimewa MPR

KABARMASA.COM, JAKARTA- Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPC PERMAHI) Jakarta Timur bersama Tim Hukum Penyelamat Konstitusi dan Demokrasi menyampaikan aspirasi serta permohonan resmi kepada Pimpinan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) terkait usulan penyelenggaraan Sidang Istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI).

Permohonan tersebut berkaitan dengan perkembangan persoalan ketatanegaraan pascaputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 dan Putusan Mahkamah Agung Nomor 742 K/TUN/2026. Melalui surat tersebut, DPD RI diminta untuk menindaklanjuti aspirasi secara kelembagaan serta memprakarsai usulan kepada MPR RI guna membahas implikasi ketatanegaraan dari kedua putusan tersebut, khususnya yang berkaitan dengan kedudukan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.

Ketua DPC PERMAHI Jakarta Timur, Reinnel Lailossa, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab mahasiswa hukum dalam mengawal konstitusi dan memastikan setiap persoalan ketatanegaraan mendapatkan perhatian serius dari lembaga negara.
“Kami hadir bukan untuk membawa kepentingan politik praktis, melainkan untuk menyampaikan aspirasi konstitusional. Kami memandang bahwa setiap putusan lembaga peradilan yang memiliki implikasi terhadap kehidupan ketatanegaraan harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai persoalan hukum justru dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan tindak lanjut dari lembaga negara yang memiliki kewenangan,” tegas Reinnel, (06/11/2026).

Ia juga menegaskan bahwa DPD RI sebagai bagian dari keanggotaan MPR RI memiliki ruang dan tanggung jawab kelembagaan untuk menerima, menampung, serta menindaklanjuti aspirasi masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, Sekretaris DPC PERMAHI Jakarta Timur, Sahlan Alkatiri, menegaskan bahwa PERMAHI Jakarta Timur mengharapkan agar aspirasi tersebut segera ditindaklanjuti melalui mekanisme kelembagaan dan diusulkan kepada MPR RI.

“Kami berharap DPD RI tidak berhenti hanya pada penerimaan surat dan aspirasi. Harus ada tindak lanjut yang jelas, termasuk mendorong agar usulan penyelenggaraan Sidang Istimewa atau Sidang Paripurna Khusus MPR RI dapat segera diproses sesuai mekanisme konstitusional. PERMAHI Jakarta Timur siap mengawal proses ini sampai terdapat kejelasan dari lembaga negara terkait,” ujar Sahlan.

Lebih lanjut, Sahlan menyampaikan bahwa apabila tidak terdapat kejelasan mengenai tindak lanjut permohonan tersebut, PERMAHI Jakarta Timur siap kembali mendatangi Gedung DPD RI untuk menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi secara damai dan konstitusional.

“Jika tidak ada kejelasan dan tindak lanjut yang konkret, kami tidak akan berhenti. Kami siap kembali mendatangi Gedung DPD RI untuk menyampaikan aspirasi melalui aksi sebagai bentuk kontrol publik. Ini merupakan tanggung jawab moral mahasiswa hukum dalam mengawal jalannya konstitusi dan memastikan aspirasi masyarakat tidak diabaikan,” tambahnya.

PERMAHI Jakarta Timur menegaskan bahwa penyampaian aspirasi ini merupakan bagian dari partisipasi masyarakat dalam kehidupan bernegara. Prinsip negara hukum sebagaimana diamanatkan UUD NRI Tahun 1945 harus menjadi landasan utama dalam setiap proses pengambilan keputusan kenegaraan.

"Konstitusi tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan politik. Hukum harus menjadi panglima, dan setiap persoalan ketatanegaraan harus diselesaikan melalui mekanisme yang sah, transparan, dan konstitusional", pungkas Rein Ketua Umum DPC PERMAHI JAKARTA TIMUR.
Share:

Afad Usasra Ketum DPP Laskar Muda NKRI Minta Kapolres Metro Bekasi Kota Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Seksual di Kafe Bekasi Timur


KABARMASA COM, KOTA BEKASI – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Muda NKRI, Afad Usasra, meminta Kapolres Metro Bekasi Kota agar mengusut tuntas dugaan kasus pelecehan seksual terhadap seorang karyawati yang diduga terjadi di sebuah coffee shop (Gerobak Kopi Bang Raden) atau (PT. Surya Duta Internasional) bergerak di bidang perlengkapan akuarium di Jalan Agus Salim, Bekasi Timur.


Permintaan tersebut disampaikan menyusul adanya informasi mengenai kedatangan sejumlah warga ke lokasi usaha kopi tersebut hingga pihak kepolisian menjemput seorang pria bernama Riady (ACL) yang disebut-sebut sebagai pemilik atau pengelola usaha pada Rabu (4/10/2026).


Afad Usasra menilai, dugaan tindak pelecehan seksual di lingkungan kerja merupakan persoalan serius yang harus mendapatkan perhatian dan penanganan hukum secara profesional. Ia meminta kepolisian segera mendalami laporan, memeriksa saksi-saksi, serta mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan untuk memastikan fakta sebenarnya.


Menurutnya, setiap laporan dugaan pelecehan seksual harus ditangani secara serius, transparan, dan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Penegakan hukum juga harus mengedepankan perlindungan terhadap korban, termasuk menjaga identitas dan kondisi psikologis korban.


"Kami meminta Kapolres Metro Bekasi Kota untuk mengusut tuntas dugaan kasus ini. Apabila memang terdapat unsur tindak pidana, kami berharap proses hukum dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tegas Afad Usasra.


Ia juga menekankan bahwa tidak boleh ada pihak yang merasa kebal hukum, termasuk pemilik maupun pengelola tempat usaha. Namun demikian, seluruh pihak tetap harus menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah sampai adanya keputusan hukum yang berkekuatan tetap.


Afad berharap kepolisian dapat memberikan informasi perkembangan penanganan perkara kepada masyarakat secara proporsional agar tidak menimbulkan spekulasi maupun informasi yang belum terverifikasi.


DPP Laskar Muda NKRI menyatakan akan terus mencermati perkembangan persoalan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap perlindungan perempuan, keselamatan pekerja, serta penegakan hukum di wilayah Kota Bekasi.


Hingga berita ini diterbitkan, kronologi lengkap dugaan peristiwa tersebut, keterangan resmi kepolisian, serta status hukum pria yang bersangkutan masih menunggu konfirmasi dari pihak berwenang.

Share:

Darah Muda Visi Mendunia: Menggagas Gerakan Sosial Yang Berkelanjutan

KABARMASA.COM, TUAL- Generasi muda hari ini tidak lagi sekadar menjadi penonton perubahan, melainkan motor penggerak utamanya. Dengan idealisme yang menyala di dada dan cara pandang yang melintasi batas-batas geografis (visi mendunia), pemuda memiliki potensi besar untuk merancang gerakan sosial yang tidak hanya viral sesaat, tetapi juga berdampak jangka panjang dan berkelanjutan (sustainable). Namun, bagaimana mengubah semangat yang meledak-ledak menjadi sebuah aksi nyata yang konsisten, Ujar Muhamad Usman Rada, S. H Kabid Humas KKT, (04/11/2026).

1. Paradigma "Visi Mendunia, Aksi Lokal" (Think Globally, Act Locally)

Selanjutnya Usman menambahkan, Mempunyai visi mendunia berarti memahami isu-isu global seperti perubahan iklim, kesenjangan ekonomi, ketahanan pangan, dan hak atas pendidikan (sebagaimana dirangkum dalam Sustainable Development Goals atau SDGs).

Namun, darah muda yang cerdas tahu bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil di lingkungan sekitar.
• Kepekaan Sosial: Mengidentifikasi masalah nyata di komunitas terdekat (misal: penumpukan sampah di pasar lokal atau anak-anak putus sekolah di desa digital).
• Kontekstualisasi: Mengadopsi solusi atau standar global, kemudian menyesuaikannya dengan budaya dan kearifan lokal agar dapat diterima oleh masyarakat.

2. Pilar Keberlanjutan dalam Gerakan Sosial

Banyak gerakan sosial yang layu sebelum berkembang karena hanya mengandalkan momentum emosional temporer. Agar gerakan sosial dapat bertahan dan mandiri, anak muda harus mengintegrasikan tiga pilar keberlanjutan:
• Keberlanjutan Finansial (Mandiri secara Ekonomi): Gerakan sosial tidak bisa selamanya bergantung pada donasi. Mengadopsi model social enterprise (wirausaha sosial) di mana keuntungan bisnis digunakan untuk mendanai aksi sosial adalah kunci agar gerakan tidak kehabisan napas.
• Keberlanjutan Organisasi (Regenerasi Pemimpin): Mengikis ego kepemimpinan tunggal. Gerakan yang berkelanjutan adalah gerakan yang membangun sistem, melatih kader-kader baru, dan memberikan ruang bagi anggota lain untuk bertumbuh.
• Keberlanjutan Dampak (Bukan Pemberian, tapi Pemberdayaan): Mengubah pola pikir dari charity (sekadar memberi bantuan yang habis seketika) menjadi empowerment (pemberdayaan masyarakat agar mereka bisa mandiri secara jangka panjang),

3. Senjata Digital: Katalisator Gerakan Modern

Ciri utama "darah muda" zaman sekarang adalah kefasihan mereka dalam mengadopsi teknologi. Teknologi dan media sosial harus digunakan sebagai alat strategis, bukan sekadar ruang pameran.
• Amplifikasi Suara: Menggunakan narasi yang kuat (storytelling) lewat video pendek, infografis, dan podcast untuk menggugah empati publik global.
• Kolaborasi Tanpa Batas: Memanfaatkan platform digital untuk membangun jejaring dengan mentor, investor sosial, dan sesama penggerak di seluruh belahan dunia.

4. Tantangan dan Seni Menjaga Konsistensi

Tantangan terbesar anak muda adalah sindrom burnout (kelelahan mental) dan keinginan untuk melihat hasil secara instan. Gerakan sosial yang berkelanjutan membutuhkan ketahanan mental.
• Merayakan Kemenangan Kecil: Perubahan sistemik butuh waktu bertahun-tahun. Menghargai setiap progres kecil akan menjaga api semangat tetap menyala.
• Kolaborasi Lintas Generasi: Darah muda membawa inovasi dan energi, namun mereka membutuhkan kebijaksanaan, pengalaman, dan jaringan dari generasi senior. Kolaborasi ini menciptakan fondasi gerakan yang kokoh, imbuhnya.


"Darah muda dengan visi mendunia adalah kombinasi yang tidak terhentikan. Ketika idealisme pemuda berpadu dengan strategi pengelolaan gerakan yang matang, terukur, dan berkelanjutan, mereka tidak hanya sedang membuat sebuah gerakan—mereka sedang menulis sejarah baru. Masa depan bumi dan kemanusiaan tidak lagi ditunggu, melainkan sedang digagas dan dijemput oleh tangan-tangan muda hari ini", pungkasnya.
Share:

Kuasa Hukum Korban Kecewa Terhadap Penanganan Perkara Dugaan Pencurian Dengan Kekerasan RUSMAN S.H. Siap Tempuh Jalur PAMINAL

KABARMASA.COM, BEKASI – Rusman, S.H., selaku kuasa hukum dari klien berinisial W, menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap penanganan perkara dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) yang hingga saat ini dinilai belum memberikan kepastian hukum bagi korban.

Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STTLP) Polda Metro Jaya tertanggal 5 Oktober 2026, klien kami telah melaporkan dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Dalam uraian laporan tersebut, klien kami menerangkan adanya dugaan tindakan kekerasan, ancaman menggunakan senjata api, serta dugaan pengambilan uang sebesar Rp3.000.000 dan dua unit telepon genggam.

Persoalan ini semakin menjadi perhatian serius karena terlapor berinisial R, berdasarkan informasi yang kami peroleh, diduga merupakan salah satu oknum anggota kepolisian.

"Jika dugaan tersebut benar, maka perkara ini tidak hanya menyangkut dugaan tindak pidana terhadap korban, tetapi juga menyangkut integritas, profesionalitas, dan tanggung jawab institusi kepolisian dalam menjaga kepercayaan masyarakat" ujar Rusman, (01/11/2026).

Ironisnya, hingga pernyataan ini disampaikan, kami menilai belum terdapat kepastian dan perkembangan penanganan perkara yang memberikan rasa keadilan kepada korban.

Kami juga memperoleh keterangan dari klien kami mengenai adanya dugaan tekanan atau paksaan agar perkara ini diselesaikan secara damai. Jika benar terdapat upaya intimidasi maupun tekanan terhadap korban untuk menghentikan proses hukum, maka hal tersebut merupakan persoalan serius yang tidak boleh dibiarkan.

Kami tegaskan, perdamaian tidak boleh lahir dari tekanan, intimidasi, ataupun penyalahgunaan kewenangan.

Sebagai kuasa hukum, kami tidak akan tinggal diam melihat klien kami kehilangan haknya untuk memperoleh perlindungan dan kepastian hukum.

Oleh karena itu, kami akan menindaklanjuti persoalan ini melalui jalur pengawasan internal Kepolisian, khususnya dengan menyampaikan pengaduan kepada Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri melalui fungsi Paminal, guna meminta pemeriksaan secara objektif, transparan, dan profesional terhadap dugaan keterlibatan maupun pelanggaran yang mungkin dilakukan oleh oknum anggota kepolisian.

Kami juga meminta Kapolres Metro Bekasi dan Kapolda Metro Jaya memberikan perhatian serius terhadap perkara ini. Jangan sampai muncul persepsi di tengah masyarakat bahwa seorang anggota kepolisian dapat berlindung di balik institusinya ketika berhadapan dengan persoalan hukum.

Hukum harus berlaku sama bagi semua orang. Seragam kepolisian bukanlah tameng untuk menghindari pertanggungjawaban hukum.

Kami percaya bahwa institusi Polri masih memiliki komitmen untuk menjaga marwah dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, kami mendesak agar perkara ini ditangani secara profesional, transparan, dan tanpa intervensi dari pihak mana pun.

Kami akan terus mengawal perkara ini, termasuk menempuh langkah pengaduan kepada Paminal dan Propam Polri, sampai terdapat kejelasan serta kepastian hukum bagi klien kami.

“FIAT JUSTITIA RUAT CAELUM”
Keadilan harus ditegakkan sekalipun langit runtuh, pungkas RUSMAN, S.H.
Kuasa Hukum Korban (W)
Share:

JAGAKARTA Gelar “JAGA WACANA” Dukung Program Pemerintah Melalui Catatan Kritis Rakyat

KABARMASA.COM, JAKARTA- Jaringan Gerakan Lingkar Jakarta (JAGAKARTA) 
menyelenggarakan JAGA WACANA, sebuah forum diskusi publik yang mengangkat tema “Mengawal Efektivitas Program Pemerintah: Perspektif Kritis Rakyat untuk Kebijakan yang 
Tepat Sasaran.” Kegiatan tersebut berlangsung di Kedai Tempo. (31/10/2026).
Forum ini menjadi ruang dialog mahasiswa, pemuda dan masyarakat sipil untuk melihat berbagai program pemerintah secara objektif. Mendukung setiap kebijakan yang berorientasi 
pada kepentingan rakyat, sekaligus memberikan catatan kritis terhadap pelaksanaannya.

JAGAKARTA memandang bahwa kebijakan publik tidak cukup hanya dinilai dari keberadaan program maupun pelaksanaannya secara administratif. Setiap kebijakan harus dapat 
dipastikan efektif, transparan, akuntabel, inklusif, dan tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pertama, dalam forum JAGA WACANA, JAGAKARTA mengangkat lima isu strategis yang dinilai 
memiliki kepentingan langsung terhadap kehidupan publik, yaitu keadilan ekologis, tata kelola Makan Bergizi Gratis, demokrasi pendidikan, kedaulatan ekonomi desa, serta reformasi 
pemberantasan korupsi melalui percepatan RUU Perampasan Aset.
Atas lima isu tersebut, JAGAKARTA menyampaikan sejumlah catatan kritis.
Pertama, dalam isu keadilan ekologis, JAGAKARTA mendorong penguatan pendekatan preventif, pengawasan, koordinasi antarlembaga, serta penegakan hukum terhadap pihak yang menyebabkan atau berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan.
Kedua, terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG), JAGAKARTA mendorong agar program dilaksanakan secara tepat sasaran, transparan, berkualitas, bebas dari penyimpangan, memberdayakan masyarakat sipil.
Ketiga, dalam bidang demokrasi pendidikan, JAGAKARTA mendorong terwujudnya pendidikan yang adil, terjangkau, berkualitas, dan partisipatif. Pendidikan harus tetap 
ditempatkan sebagai hak rakyat dan tidak terjebak dalam praktik komersialisasi yang dapat memperlebar ketimpangan.

Keempat, dalam isu kedaulatan ekonomi desa, JAGAKARTA menekankan pentingnya menempatkan masyarakat sipil sebagai subjek utama pembangunan ekonomi desa. Penguatan Koperasi Desa Merah Putih harus dijalankan dengan prinsip partisipasi, transparansi, demokrasi ekonomi, dan keberlanjutan.

Kelima, terkait reformasi pemberantasan korupsi, JAGAKARTA mendorong percepatan pembahasan RUU Perampasan Aset sebagai instrumen pemberantasan korupsi dan 
kejahatan ekonomi, dengan tetap memastikan adanya partisipasi publik yang bermakna dalam proses pembentukannya.
Melalui koordinator isu dan masa aksi JAGAKARTA, Zidan Haris menyampaikan “Kami menyatakan sikap mendukung program pemerintah dengan sejumlah catatan kritis. Setiap kebijakan dan program pemerintah harus berorientasi pada kepentingan masyarakat serta 
dilaksanakan secara efektif, transparan, akuntabel, inklusif, dan tepat sasaran, dengan menempatkan masyarakat bukan sekedar sebagai penerima manfaat, melainkan sebagai subjek demokrasi yang berhak mengetahui, mengawasi, mengkritisi, memberikan masukan, 
serta terlibat dalam evaluasi kebijakan publik.” pungkasnya.

Menjaga Wacana. Merawat Nalar Kritis. Menggerakkan Gagasan. Menjadi tagline Jaringan Gerakan Lingkar Jakarta (JAGAKARTA).
Share:

Wakil Ketua Umum HIMA PERSIS Apresiasi Langkah Tegas BARESKRIM Dalam Penegakan Hukum Karhutla


KABARMASA.COM, Jakarta - 29 Oktober 2026 - Wakil Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA PERSIS), Tommy Yandra, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap langkah tegas Bareskrim Polri dalam mengusut dugaan keterlibatan korporasi dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Apresiasi tersebut disampaikan menyusul pemberitaan bahwa Bareskrim Polri telah menetapkan 20 korporasi sebagai tersangka kasus karhutla, termasuk empat korporasi bermodal asing. Berdasarkan keterangan Bareskrim, penanganan perkara tersebut berasal dari 104 laporan dengan luas lahan terbakar sekitar 29.168,78 hektare.

Tommy Yandra menilai penegakan hukum terhadap pelaku karhutla, baik individu maupun korporasi, merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa hukum lingkungan tidak berhenti pada masyarakat kecil, tetapi juga menyentuh pihak-pihak yang memiliki kemampuan dan tanggung jawab besar dalam pengelolaan kawasan konsesi.

“Kami mengapresiasi langkah Bareskrim Polri yang berani dan tegas dalam menindak dugaan keterlibatan korporasi dalam karhutla. Penegakan hukum lingkungan harus dilakukan secara adil, transparan, berbasis bukti, dan tidak boleh membedakan antara pelaku usaha dalam negeri maupun perusahaan dengan modal asing,” ujar Tommy Yandra.

Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan bukan sekadar persoalan kerusakan lingkungan. Karhutla memiliki dampak luas terhadap kesehatan masyarakat, perekonomian, kehidupan sosial, keanekaragaman hayati, serta keberlanjutan generasi mendatang.

Karena itu, HIMA PERSIS memandang bahwa negara harus hadir secara kuat untuk memastikan kegiatan investasi dan pengelolaan sumber daya alam berjalan sesuai dengan hukum serta prinsip pembangunan berkelanjutan.

Tommy menegaskan bahwa investasi sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Namun investasi tidak boleh ditempatkan berhadap-hadapan dengan kepentingan lingkungan dan keselamatan masyarakat.

“Kami mendukung investasi yang bertanggung jawab. Tetapi investasi tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan hukum lingkungan. Tidak boleh ada impunitas bagi korporasi hanya karena memiliki modal besar, jaringan luas, atau investasi dari luar negeri,” tegasnya.

HIMA PERSIS juga mengapresiasi penggunaan pendekatan scientific crime investigation dalam penanganan perkara karhutla. Pendekatan berbasis bukti ilmiah penting untuk memastikan bahwa proses hukum berjalan profesional serta mampu mengungkap hubungan antara titik awal kebakaran, wilayah konsesi, kelalaian pencegahan, dan pihak yang harus bertanggung jawab.

Tommy Yandra mendorong Bareskrim dan seluruh jajaran penegak hukum untuk terus mengembangkan penyidikan secara menyeluruh dan transparan.

Menurutnya, proses hukum harus diarahkan bukan hanya untuk menetapkan tersangka, tetapi juga mengungkap aktor intelektual, pola pembiaran, kemungkinan kelalaian korporasi, serta seluruh pihak yang memperoleh keuntungan dari aktivitas yang menyebabkan kerusakan lingkungan, apabila memang ditemukan bukti yang cukup.

“Kami berharap proses penyidikan dapat dilakukan secara tuntas dan profesional. Siapa pun yang terbukti bertanggung jawab harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku, kata Tommy.

Sebagai organisasi mahasiswa Islam, HIMA PERSIS memandang bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan amanah manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Oleh karena itu, Tommy Yandra mengajak seluruh elemen masyarakat, mahasiswa, organisasi kepemudaan, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan dunia usaha untuk memperkuat kolaborasi dalam mencegah karhutla.

“Hutan dan lahan Indonesia bukan hanya aset ekonomi. Di dalamnya terdapat kehidupan masyarakat, keanekaragaman hayati, sumber air, dan masa depan generasi bangsa. Karena itu, menjaga lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

HIMA PERSIS juga mendorong agar penanganan karhutla tidak hanya berorientasi pada penindakan setelah kebakaran terjadi, tetapi diperkuat dengan sistem pencegahan, pengawasan konsesi, keterbukaan informasi, serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Di akhir pernyataannya, Tommy Yandra menegaskan bahwa HIMA PERSIS mendukung penuh upaya negara dalam menegakkan hukum terhadap kejahatan lingkungan.

HIMA PERSIS berharap penanganan perkara karhutla menjadi momentum memperkuat tata kelola sumber daya alam Indonesia sehingga kegiatan investasi dapat berjalan berdampingan dengan perlindungan lingkungan, kepentingan masyarakat, dan keberlanjutan pembangunan nasional.(TIM/RED)

Share:

KOMDIGI Bekerja Sama Dengan DPR RI ,”Kunci Anak Berpikir Kritis dan Berprestasi”.


KABARMASA.COM, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (KOMDIGI) bekerja sama dengan DPR RI menggelar Webinar bertema “Kunci Anak Berpikir Kritis dan Berprestasi ”, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan dibuka dengan penampilan Tarian Sancang Gugat dari Jawa Barat,  dilanjutkan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, dan keynote speech oleh Dr. H. Sukamta, Anggota DPR RI, yang sekaligus meresmikan dimulainya webinar. Kegiatan ini diselenggarakan melalui Zoom Meeting dan diikuti sekitar 204 peserta.

Dalam sesi pertama, Dr. H. Sukamta menjelaskan

Kita sekarang ini sudah memasuki atau sudah berada dalam era digital di masa disrupsi digital sudah menjadi kehidupan kita bersama, secara hybrid mungkin dunia digital ini lebih banyak dibanding dunia kehidupan nyata.

Dunia digital ini merupakan dunia yang penuh potensi serta penuh manfaat. 

“Teknologi yang dihadirkan untuk membantu kehidupan kita, dan cara kita hidup didunia digital itu betul-betul mendapatkan manfaat dengan berlipat-lipat baik secara ekonomis,  sosial,  ilmu pengetahuan,  manajemen pemerintaan dll," ujarnya 

Revolusi industri keempat sudah berubah naik menjadi revolusi industri ke lima yaitu munculnya AI atau kecerdasan peradaban. 

Yang harus kita semua ketahui yaitu munculnya inovasi-inovasi baru ini menjadi tantangan yang sangat luar biasa bukan hanya bagi kita, tapi bagi seluruh manusia. 

Karena ternyata pada dasarnya setiap muncul revolusi industri selalu menghasilkan sampah peradaban." Ucapnya 

“Yang dikatakan sampah peradaban digital yaitu orang yang menghabiskan waktu untuk hiburan hanya dengan scrolling di medsos. Hal ini dapat berefek menurunnya produktifitas seseorang, selain itu menurunnya kecerdasan, Mudah lupa dll”.

Dr. H. Sukamta juga menjelaskan bahwa anak-anak yang cenderung lebih banyak hidup didunia digital dari pada dunia nyata itu membuat hiraki sosialnya hilang.

Anak yang hidup didunia digital kebanyakan memiliki norma sosial yang kurang, kenapa ? Karena dalam dunia digital tidak ada guru, tidak ada orang tua, hal itu membuat anak tidak bisa membedakan bagaimana bersikap kepada yang lebih tua, dan sebayanya. Selain itu semakin banyak menghabiskan waktu didunia digital semakin mudah juga beresiko terkena cyberbulliying,  Isolasi soasial,  dan kecanduan digital.

Pada sesi diskusi kedua Dr. Diyah Puspitarini selaku Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia menyampaikan

“Bahwa terdapat 80,66% penetrasi internet di Indonesia tahun 2025 sebanyak 229,4 juta jiwa, yang mana 79,73% itu dihuni oleh generasi Alpha (Usia< 12 tahun) sedangkan 74,34% anak 7-17 tahun pengunaan internet (2022) naik dari 40,25 % di 2018”.

Hal ini menunjukkan bahwa banyak sekali pengguna internet yang isinya anak dibawah umur.

Beberapa resiko yang mungkin bisa dialami anak dalam ancaman ranah digital :

1. Kekerasan berbasis online yang 

2. pornografi seperti paparan dan eksploitasi

3. child grooming seperti bujuk rayu predator

4. judi online

5. radikalisme online

6. hoax dan provokasi 

7. eksploitasi dan tppo serta

8. cyber bullying

Dilanjutkan sesi ketiga Tri Haryanto menjelaskan 

Selain terdapat resiko yang mungkin bisa dialami setiap pengguna teknologi digital, hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa memang terdapat manfaat yang luar bisa dalam dunia digital ini.

Literasi digital membuka peluang belajar,  berkarya,  dan berkolaborasi tanpa batas untuk meraih prestasi di masa depan. 

Contohnya yaitu : 

1. Riset untuk mencari sumber terpercaya, perpustakaan digital, jurnal serta data resmi 

2. Bahasa dengan canggihnya dunia digital kita dapat mudah belajar bahasa asing melalui video, kamus digital dll.

3. Kreativitas banyak generasi muda yang memanfaatkan dunia digital untuk Kreativitas dan berkarya

4. Kolaborasi Dunia digital ini bisa kita gunakan untuk proyek kelompok dan dokumen bersama secara daring(Tim/Red)

Share:

Universitas Ibnu Chaldun Aksi Unjuk Rasa Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran

KABARMASA.COM, JAKARTA- Aksi unjuk mahasiswa Universitas Islam Ibnu Chaldun (UIC) terkait Dua Tahun Pemerintahan, Saatnya Menguji Janji, Membongkar Persoalan, dan Menuntut Pertanggungjawaban Negara,(28/10/2026).

Dua tahun bukanlah waktu yang terlalu singkat untuk menilai arah pemerintahan. Sebaliknya, periode ini cukup untuk menguji konsistensi antara janji politik, desain kebijakan, pelaksanaan program, dan dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Pemerintahan tidak cukup dinilai melalui banyaknya program yang diluncurkan, besarnya anggaran yang dibelanjakan, atau intensitas komunikasi politik yang dibangun. Ukuran utama keberhasilan pemerintahan adalah kemampuannya menjamin kehidupan rakyat yang layak, melindungi hak konstitusional warga negara, memperkuat demokrasi, menciptakan pekerjaan yang bermartabat, serta menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Atas dasar itu, evaluasi total terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran menjadi kebutuhan demokratis yang tidak dapat dihindari. Evaluasi ini bukan semata-mata ekspresi ketidakpuasan politik, melainkan bagian dari mekanisme kontrol publik terhadap kekuasaan. Dalam sistem demokrasi konstitusional, pemerintah memiliki mandat untuk menjalankan kekuasaan, sedangkan rakyat memiliki hak untuk mengawasi, mengkritik, mempertanyakan, dan menuntut pertanggungjawaban atas setiap kebijakan yang berdampak terhadap kehidupan bersama.

Tagline “INDONESIA BERDUKA” menjadi simbol kritik terhadap berbagai persoalan yang masih membutuhkan penyelesaian serius: tekanan ekonomi rumah tangga, ketidakpastian pekerjaan, ketimpangan sosial, persoalan pelayanan publik, tantangan kebebasan sipil, serta tuntutan perlindungan lingkungan dan penegakan hukum yang berkeadilan. Tagline ini merupakan pernyataan sikap kritis, bukan klaim bahwa seluruh rakyat Indonesia mengalami keadaan yang sama.


Salah satu indikator yang kerap digunakan untuk mengukur keberhasilan pemerintahan adalah pertumbuhan ekonomi. Badan Pusat Statistik mencatat bahwa perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,11 persen sepanjang 2025, meningkat dibandingkan pertumbuhan 5,03 persen pada 2024. Capaian tersebut merupakan fakta statistik yang perlu diakui dalam evaluasi objektif.


Dalam perspektif ekonomi pembangunan, pertumbuhan ekonomi seharusnya dinilai berdasarkan kualitas, distribusi, dan keberlanjutannya. Pertanyaan mendasar yang perlu dijawab pemerintah adalah: sejauh mana pertumbuhan ekonomi meningkatkan pendapatan riil pekerja, memperluas pekerjaan formal, memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah, melindungi petani dan nelayan, serta menurunkan beban pengeluaran rumah tangga?

Evaluasi dua tahun pemerintahan menunjukkan perlunya perhatian terhadap persoalan tersebut. Lembaga riset Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), dalam evaluasinya pada Oktober 2026, menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi yang masih berada di kisaran lima persen belum sepenuhnya diikuti transformasi ekonomi, penciptaan pekerjaan berkualitas, dan peningkatan kesejahteraan yang sebanding dengan besarnya sumber daya yang dimobilisasi pemerintah.

Dengan demikian, kritik terhadap kebijakan ekonomi tidak boleh berhenti pada perdebatan mengenai persentase pertumbuhan. Pemerintah perlu membuka ruang evaluasi mengenai distribusi manfaat pembangunan, produktivitas investasi, efektivitas belanja negara, dan kemampuan kebijakan fiskal menjawab kebutuhan masyarakat.



Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo–Gibran yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, ibu hamil, dan balita. Tujuan tersebut memiliki relevansi dengan agenda pembangunan sumber daya manusia dan penanganan persoalan gizi masyarakat.

Namun, tujuan yang baik tidak membebaskan pelaksanaan program dari kewajiban untuk diawasi secara ketat. Program berskala nasional dengan anggaran besar harus memiliki tata kelola yang transparan, standar keamanan pangan yang ketat, mekanisme pengadaan yang akuntabel, dan indikator keberhasilan yang dapat diuji secara independen.

Pemerintah mengalokasikan Rp335 triliun untuk program MBG dalam APBN 2026. Besarnya alokasi ini menunjukkan bahwa program tersebut memiliki konsekuensi fiskal yang signifikan dan harus disertai sistem pengawasan yang sepadan.

Pertanyaan publik yang harus dijawab bukan sekadar berapa banyak makanan yang telah dibagikan, melainkan apakah makanan tersebut memenuhi standar gizi, aman dikonsumsi, tepat sasaran, dan memberikan dampak yang terukur terhadap status gizi penerima manfaat. 

Negara wajib memastikan bahwa setiap rupiah anggaran memberikan manfaat yang dapat diukur dan dipertanggungjawabkan kepada rakyat.


Pendidikan merupakan hak konstitusional warga negara sekaligus fondasi utama pembangunan nasional. Oleh karena itu, evaluasi dua tahun pemerintahan harus menempatkan kualitas pendidikan sebagai salah satu agenda utama.

Persoalan pendidikan tidak dapat diselesaikan hanya melalui pembangunan gedung atau peluncuran program baru. Pemerintah harus menjamin pemerataan fasilitas belajar, kualitas tenaga pendidik, kepastian kesejahteraan guru, ketersediaan sarana pendidikan, akses internet, bantuan pendidikan, serta keberlanjutan pembiayaan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Kami menilai pemerintah harus membuka evaluasi yang lebih terukur mengenai kondisi sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar; ketimpangan kualitas pendidikan antardaerah; kesejahteraan tenaga pendidik; dan hambatan ekonomi yang menyebabkan anak serta mahasiswa kesulitan melanjutkan pendidikan.


Pemerintah harus menjadikan pendidikan sebagai investasi sosial jangka panjang, bukan sekadar instrumen untuk membangun citra keberhasilan. Generasi muda membutuhkan kualitas pendidikan, lapangan kerja, kebebasan berpikir, dan kepastian masa depan.

Persoalan ketenagakerjaan menjadi salah satu ukuran penting dalam menilai keberhasilan kebijakan ekonomi. Peningkatan investasi dan aktivitas produksi tidak akan memberikan dampak sosial yang optimal apabila tidak disertai penciptaan pekerjaan yang layak, aman, produktif, dan memberikan pendapatan yang memadai.

Pemerintah harus memperkuat pengawasan ketenagakerjaan, menindak pelanggaran yang terbukti, memastikan pembayaran upah sesuai ketentuan, serta menjamin keselamatan dan kesehatan kerja. 


Demokrasi tidak cukup diukur dari terselenggaranya pemilihan umum. Demokrasi juga ditentukan oleh kualitas kebebasan sipil, independensi lembaga negara, keterbukaan informasi, partisipasi publik, perlindungan terhadap kelompok kritis, dan kemampuan masyarakat mengawasi pemerintah tanpa rasa takut.

Dalam negara demokratis, kritik terhadap Presiden, Wakil Presiden, kementerian, DPR, aparat penegak hukum, maupun lembaga negara lainnya merupakan bagian dari kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi sepanjang dijalankan dalam koridor hukum.

The Indonesian Institute, dalam laporan sintesis evaluasi dua tahun pemerintahan yang dipublikasikan pada Oktober 2026, menyoroti tantangan terkait ruang dialog, partisipasi publik, perlindungan hak asasi manusia, dan kebebasan Pendapat. 

Kami menolak segala bentuk pembungkaman kritik, intimidasi, kekerasan, dan penggunaan kewenangan negara secara sewenang-wenang terhadap warga yang menyampaikan pendapat secara damai. Setiap dugaan pelanggaran harus diperiksa melalui mekanisme hukum yang independen dan transparan.


Pemberantasan korupsi merupakan prasyarat bagi pembangunan yang berkeadilan. Korupsi tidak hanya menimbulkan kerugian keuangan negara, tetapi juga merusak kepercayaan publik, memperburuk kualitas pelayanan, meningkatkan biaya ekonomi, dan menghambat pemerataan kesejahteraan.

Dalam evaluasi dua tahun pemerintahan, pemerintah perlu menunjukkan konsistensi dalam memperkuat independensi lembaga penegak hukum, meningkatkan transparansi pengadaan barang dan jasa, memperbaiki tata kelola badan usaha milik negara, serta menjamin bahwa penanganan perkara dilakukan berdasarkan bukti dan hukum yang berlaku.

Pemberantasan korupsi tidak boleh menjadi slogan politik yang hanya keras terhadap lawan, tetapi lunak terhadap pihak yang memiliki kedekatan dengan kekuasaan. Standar hukum harus berlaku setara bagi pejabat, pengusaha, anggota legislatif, aparat, dan seluruh warga negara.

Kami menuntut agar dugaan korupsi, penyalahgunaan kewenangan, konflik kepentingan, manipulasi pengadaan, dan penyimpangan anggaran diperiksa secara profesional oleh lembaga yang berwenang. Setiap proses pemeriksaan harus menghormati asas praduga tidak bersalah, tetapi prinsip tersebut tidak boleh digunakan sebagai alasan untuk menghambat penyelidikan yang sah.


Dalam perspektif negara hukum, kekuasaan bukanlah hak istimewa yang memberikan kekebalan. Kekuasaan merupakan amanah yang membawa kewajiban hukum dan moral untuk bertindak demi kepentingan publik.

Karena itu, evaluasi total harus menjawab satu pertanyaan mendasar: apakah sistem pengawasan dan penegakan hukum semakin efektif dalam mencegah penyalahgunaan kekuasaan, atau justru masih menghadapi persoalan transparansi, independensi, dan akuntabilitas?


Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara merupakan instrumen kebijakan yang menentukan prioritas pembangunan dan distribusi sumber daya publik. Setiap keputusan mengenai alokasi anggaran memiliki konsekuensi terhadap kelompok masyarakat yang memperoleh manfaat maupun kelompok yang berisiko tidak mendapatkan pelayanan memadai.

Oleh sebab itu, evaluasi terhadap APBN tidak cukup dilakukan dengan melihat besarnya total belanja pemerintah. Evaluasi harus memeriksa ketepatan sasaran, kualitas pelaksanaan, efisiensi, transparansi, dampak sosial, dan keberlanjutan fiskal.

Pemerintah perlu menjelaskan secara terbuka bagaimana pembiayaan program prioritas diseimbangkan dengan kebutuhan pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, pembangunan daerah, infrastruktur dasar, dan pelayanan publik.

Kami juga mendesak agar setiap kebijakan penghematan anggaran dievaluasi berdasarkan dampaknya. Efisiensi tidak boleh sekadar menjadi alasan administratif untuk mengurangi belanja tanpa memperhatikan akibatnya terhadap sekolah, puskesmas, rumah sakit, pembangunan desa, layanan sosial, dan infrastruktur daerah. 

Prinsipnya sederhana: uang negara berasal dari sumber daya publik dan harus digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Tidak boleh ada program yang dianggap kebal dari evaluasi hanya karena merupakan program unggulan pemerintah.


Pembangunan ekonomi yang mengabaikan keberlanjutan lingkungan berisiko menciptakan kerugian sosial, ekologis, dan ekonomi dalam jangka panjang. Kerusakan hutan, pencemaran air, degradasi tanah, bencana hidrometeorologi, serta konflik pemanfaatan lahan dapat mengancam kehidupan masyarakat dan menghilangkan sumber penghidupan kelompok rentan.

Evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran harus memeriksa konsistensi antara agenda pertumbuhan ekonomi, kebijakan energi, ekspansi industri, kegiatan pertambangan, dan komitmen perlindungan lingkungan.

Negara memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan hak masyarakat.


Keadilan sosial merupakan ukuran mendasar dari keberhasilan pembangunan nasional. Sebuah negara tidak dapat disebut berhasil hanya karena memiliki proyek besar atau pertumbuhan ekonomi positif apabila sebagian masyarakat masih menghadapi hambatan serius dalam memperoleh pangan, tempat tinggal, layanan kesehatan, pendidikan, air bersih, dan pekerjaan yang layak.


Kami menuntut pendekatan pembangunan yang tidak hanya mengejar efisiensi ekonomi, tetapi juga memperkuat perlindungan sosial dan mengurangi kesenjangan kesempatan.

Negara harus hadir bukan hanya ketika meresmikan proyek, tetapi juga ketika masyarakat menghadapi kesulitan memperoleh penghidupan, kehilangan pekerjaan, mengalami bencana, atau tidak mampu mengakses layanan dasar.

 

Evaluasi dua tahun pemerintahan perlu menguji apakah keputusan strategis dibuat berdasarkan kajian yang memadai dan apakah masyarakat memperoleh kesempatan yang berarti untuk memberikan masukan.

Kebijakan publik yang berdampak luas harus memiliki penjelasan mengenai masalah yang hendak diselesaikan, alternatif kebijakan yang dipertimbangkan, biaya yang diperlukan, kelompok yang akan terdampak, serta indikator yang digunakan untuk menilai keberhasilan.

Apabila sebuah kebijakan menimbulkan dampak yang tidak sesuai dengan tujuan awalnya, pemerintah harus bersedia melakukan koreksi. Mengakui kelemahan bukanlah tanda kegagalan kepemimpinan; justru kemampuan memperbaiki kesalahan merupakan unsur penting dalam tata kelola yang bertanggung jawab.

Kami menuntut agar Presiden dan Wakil Presiden memastikan seluruh kementerian, lembaga, serta badan yang berada dalam lingkup kewenangannya menjalankan evaluasi berbasis data dan membuka hasilnya kepada publik sesuai ketentuan yang berlaku.

Kekuasaan eksekutif juga harus diawasi oleh lembaga legislatif, lembaga pemeriksa, lembaga peradilan, media, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan warga negara.

Demokrasi akan kehilangan substansinya apabila mekanisme pengawasan hanya menjadi formalitas, sedangkan keputusan yang menyangkut kepentingan rakyat tidak dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.

 LANDASAN KONSTITUSIONAL DAN HUKUM:
UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 1 ayat (2) dan ayat (3), mengenai kedaulatan rakyat dan negara Indonesia sebagai negara hukum.
Pasal 27 ayat (2) UUD 1945, mengenai hak warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

Pasal 28E ayat (3) UUD 1945, mengenai kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.

Pasal 28H ayat (1) UUD 1945, mengenai hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat serta pelayanan kesehatan.
Pasal 31 UUD 1945, mengenai hak atas pendidikan dan kewajiban negara dalam penyelenggaraan pendidikan.
Pasal 33 UUD 1945, mengenai perekonomian nasional dan penguasaan negara atas cabang produksi serta sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Pasal 34 UUD 1945, mengenai tanggung jawab negara terhadap fakir miskin, anak-anak terlantar, dan pengembangan sistem jaminan sosial.
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, sebagai dasar penting bagi transparansi penyelenggaraan negara.


Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, sebagai salah satu landasan perlindungan hak asasi manusia.
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup beserta perubahannya, sebagai kerangka hukum perlindungan lingkungan.
Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan beserta perubahannya, sebagai salah satu dasar pengaturan hubungan kerja dan perlindungan pekerja.

Landasan tersebut menegaskan bahwa kebijakan pemerintah harus dinilai berdasarkan kepatuhan terhadap konstitusi, perlindungan hak warga negara, dan pencapaian tujuan bernegara. Penyebutan ketentuan hukum ini bukan pernyataan bahwa pemerintah telah melakukan pelanggaran tertentu. Penilaian mengenai pelanggaran hukum harus didasarkan pada fakta, bukti, dan proses pemeriksaan oleh lembaga yang berwenang.





Dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran harus menjadi momentum untuk menjawab persoalan mendasar mengenai arah pembangunan Indonesia. Rakyat tidak hanya membutuhkan janji, tetapi juga bukti. Rakyat tidak hanya membutuhkan program, tetapi juga hasil. Rakyat tidak hanya membutuhkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keadilan dalam distribusi manfaat pembangunan.

Tagline “INDONESIA BERDUKA” merupakan peringatan bahwa persoalan kesejahteraan, ketimpangan, kualitas demokrasi, perlindungan hak asasi manusia, dan tata kelola pemerintahan tidak boleh dianggap sebagai persoalan sampingan. Di balik setiap indikator ekonomi terdapat kehidupan manusia, keluarga yang berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari, pekerja yang membutuhkan kepastian, mahasiswa yang memperjuangkan masa depan, dan masyarakat yang berharap negara hadir secara adil.

Kami menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintahan bukanlah penolakan terhadap Indonesia. Sebaliknya, kritik merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan bangsa dan upaya menjaga agar kekuasaan tetap berada dalam batas-batas konstitusi.

Negara tidak boleh hanya kuat dalam menjalankan program, tetapi lemah dalam mendengarkan rakyat. Negara tidak boleh hanya cepat dalam mengumumkan kebijakan, tetapi lambat dalam menyelesaikan dampak yang ditimbulkannya. Negara tidak boleh hanya berbicara tentang kemakmuran, tetapi mengabaikan masyarakat yang belum menikmati hasil pembangunan.

Evaluasi total harus dijalankan secara terbuka, ilmiah, dan berani. Kebijakan yang berhasil harus diakui, kebijakan yang lemah harus diperbaiki, dan setiap dugaan pelanggaran harus ditangani berdasarkan hukum serta bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Indonesia tidak membutuhkan kekuasaan yang sekadar ingin dipuji. Indonesia membutuhkan pemerintahan yang bersedia diuji, dikritik, dan dimintai pertanggungjawaban.

Dua tahun adalah momentum untuk bercermin. Rakyat berhak mengetahui hasilnya. Demokrasi berhak menuntut jawabannya.

Hidup Rakyat! Hidup Demokrasi! Hidup Keadilan Sosial!
Share:

Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi Terima Audiensi Paguyuban Ahli Waris Lambangsari Terkait Sengketa Tanah

KABARMASA.COM, BEKASI – Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi menerima audiensi dari Paguyuban Ahli Waris Lambangsari terkait sengketa penguasaan tanah yang berlokasi di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Audiensi tersebut berlangsung di Ruang Rapat Komisi I, Gedung DPRD Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026.


Pertemuan ini menjadi ruang dialog bagi para pihak untuk menyampaikan aspirasi, informasi, serta berbagai persoalan yang berkaitan dengan sengketa tanah tersebut.


Melalui audiensi ini, diharapkan permasalahan yang disampaikan oleh Paguyuban Ahli Waris Lambangsari dapat memperoleh perhatian dan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


DPRD Kabupaten Bekasi terus berupaya menjalankan fungsi pengawasan serta menampung aspirasi masyarakat sebagai bagian dari upaya mendorong penyelesaian berbagai persoalan secara objektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum.


Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat komunikasi antara masyarakat dan lembaga legislatif, sehingga persoalan sengketa tanah tersebut dapat ditangani melalui mekanisme yang berlaku dengan mengedepankan prinsip keadilan dan kepastian hukum.

Share:

KOMDIGI Bekerjasama Bersama DPR RI, Aman di Medsos Jaga Diri dan Jaga Privasi


KABARMASA.COM, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (KOMDIGI) bekerja sama dengan DPR RI menggelar Webinar bertema “Aman di Medsos Jaga Diri, Jaga Privasi ”, Selasa (27/11/2026).

Kegiatan dibuka dengan penampilan Tarian Khas Gantar Kalimantan,  dilanjutkan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, dan keynote speech oleh Dr. H. Sukamta, Anggota DPR RI, yang sekaligus meresmikan dimulainya webinar. Kegiatan ini diselenggarakan melalui Zoom Meeting dan diikuti sekitar 204 peserta.

Dalam sesi pertama, Dr. H. Sukamta menjelaskan Dunia digital ini merupakan dunia yang sangat potensial, dapat kita lihat dari banyaknya anak bangsa yang menggunakan digital sebagai tempat untuk berkarya, mencari keuntungan serta penghasilan.

Kemudian di tengah potensial yang sangat luar biasa manfaatnya untuk kepentingan ekonomi dan kepentingan memudahkan kehidupan yang lain, termasuk didalamnya kepentingan memudahkan pergaulan, bermedia sosial, ada satu kondisi dimana juga ada potensi kerentanan atau kerawanan yaitu soal keamanan digital.

Dr. H. Sukamta juga menjelaskan bahwa banyak kasus yang terjadi akibat dunia digital.

Banyak kasus tentang kerugian yang dialami seseorang yang di sebabkan oleh dunia digital. Salah satunya ada kasus anak muda yang tiba-tiba mendapat tagihan 1 miliyar rupiah, dimana nama dan nik nya digunakan oleh pencuri data untuk membeli mobil mewah.

"Selain itu sepanjang 2024 kerugian ekonomi akibat kejahatan siber diperkirakan mencapai 18 triliun, yang meningkat 30%".

Kerugian akibat penipuan online dan kejahatan siber disektor finansial mencapai lebih dari Rp (2,6 triliun) per mei 2025. 

Dari banyaknya kasus dalam dunia digital kita perlu mengetahui bahwa keamanan digital itu sangat penting. Tegasnya 

"Keamanan data ini tidak bisa di abaikan, keamanan digital ini tidak bisa di remehkan, jadi kita perlu berhati-hati untuk lebih menjaga privasi (melindungi data diri)"

Data pribadi merupakan aset dan sasaran peretas, jadi jangan sekali-kali umbar data pribadi di medsos, serta hindari mengunggah data pribadi seperti KTP atau KK di medsos, karena itu akan sangat  merugikan diri sendiri. Ujarnya

Pada sesi kedua Ibu Virgie Baker, SS.M.Si mengungkapkan bahwa terdapat 194 jt pengguna aktif media sosial (2026) 73% pengguna internet Indonesia pernah terpapar informasi hoaks,  dan 6X lebih cepat konten negatif (DFK) menyebar.

Dalam  pemaparannya Ibu Virgie menjelaskan etika bermedia didunia digital. 

Etika digital merupakan serangkaian pedoman moral, aturan, dan prinsip perilaku yang mengatur cara seseorang bertindak, berkomunikasi, serta berinteraksi di dunia maya (internet dan media sosial) secara bertanggung jawab.

Salah satunya yaitu : 

1. Menghargai privasi orang lain, tidak menyebarkan data pribadi tanpa izin

2. Menggunakan bahasa yang santun dan tidak merendahkan 

3. Verifikasi informasi sebelum membagikannya 

4. Hormati hak cipta dan kekayaan intelektual 

5. Jangan menyebarkan konten kekerasan,  pornografi atau saran

6. Bertanggung jawab atas setiap postingan dan komentar 

7. Hindari cyberbulliying 

8. Jaga keamanan akun dan data pribadi

Dalam sesi ketiga Haidar Muhammad Tilmitsani, S. Psi selaku Pegiat Literasi menjelaskan jumlah orang yang menggunakan internet di Indonesia sudah mencapai 79,5% artinya 221,6 jt penduduk di Indonesia sudah menggunakan internet. 

Dari banyaknya pengguna internet kota jogja merupakan tempat yang paling tinggi penetrasi internet nya.

"Hal ini menjelaskan semakin banyak pengguna internet semakin banyak manfaat dan resiko yang mungkin di alami".

Dunia digital memang memiliki banyak manfaat yang bisa kita nikmati seperti memudahkan berkomunikasi menjadi lebih cepat dan mudah, mencari akses informasi tanpa batas, mempermudah aktifitas harian seperti belanja online, transportasi online dan bisa juga untuk peluang bisnis.

Namun dibalik itu terdapat resiko yang perlu kita waspadai" . ujarnya 

Salah satunya yaitu 

•Keamanan Siber (Cybersecurity): Serangan seperti peretasan (hacking), phishing, malware, dan ransomware yang dapat merusak sistem atau mencuri data.

• Kebocoran dan Pencurian Data Pribadi: Tereksposnya informasi sensitif seperti nomor rekening, identitas, atau data perusahaan kepada pihak yang tidak bertanggung jawab.

• Informasi Palsu dan Ujaran Kebenaran: Penyebaran hoaks, disinformasi, serta cyberbullying (perundungan siber) yang cepat meluas di media sosial.

• Penipuan Daring (Online Fraud): Berbagai modus penipuan transaksi atau rekayasa sosial yang menyasar pengguna umum maupun generasi muda.

• Risiko Khusus pada Anak dan Remaja: Meliputi kontak dengan orang asing yang mencurigakan, paparan konten tidak sesuai umur, eksploitasi, hingga kecanduan digital.(Tim/Red)

Share:

JAGA KAMPUNG DARI NARKOBA: POLISI DAN MASYARAKAT BERSATU SELAMATKAN GENERASI BANGSA


KABARMASA.COM, JAKARTA - Ketua Umum Poros Muda Indonesia, Frans Freddy, S.H., M.H., Dorong Sinergi Kepolisian dan Masyarakat dalam Memutus Mata Rantai Peredaran Narkoba hingga Tingkat Kampung


JAKARTA – Ancaman peredaran gelap narkotika yang berpotensi menjangkau lingkungan permukiman hingga pelosok perkampungan menjadi perhatian serius berbagai elemen masyarakat. Upaya pemberantasan narkoba dinilai tidak cukup hanya mengandalkan tindakan penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam membangun sistem pencegahan sejak lingkungan terkecil.


Ketua Umum Poros Muda Indonesia, Frans Freddy, S.H., M.H., menekankan pentingnya penguatan kolaborasi antara Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan masyarakat melalui gerakan "Jaga Kampung dari Narkoba: Polisi Bersama Masyarakat" sebagai langkah strategis dalam melindungi generasi muda dan menjaga keamanan lingkungan.


Dalam pandangannya, pemberantasan narkoba harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan kepolisian, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, serta seluruh elemen masyarakat.


Frans Freddy menilai bahwa lingkungan kampung dan permukiman harus menjadi benteng utama dalam mencegah masuk dan berkembangnya jaringan peredaran narkoba. Kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan merupakan kekuatan sosial yang perlu didukung oleh kehadiran aparat kepolisian secara profesional dan berkelanjutan.


Menurutnya, peran kepolisian tidak hanya terbatas pada tindakan represif terhadap pelaku kejahatan narkotika, tetapi juga harus diperkuat melalui pendekatan preventif, edukatif, dan humanis kepada masyarakat.


Kehadiran Bhabinkamtibmas, penguatan komunikasi dengan pengurus RT/RW, tokoh pemuda, dan perangkat desa merupakan bagian penting dalam membangun sistem deteksi dini terhadap potensi peredaran narkoba.


Lebih lanjut, Ketua Umum Poros Muda Indonesia tersebut berpandangan bahwa perang terhadap narkoba tidak boleh hanya berhenti pada penangkapan pengedar di tingkat bawah. Aparat penegak hukum harus mampu mengungkap jaringan peredaran narkotika secara menyeluruh, termasuk bandar, pemasok, pihak yang mendanai, serta aktor yang memperoleh keuntungan dari kejahatan tersebut.


Penegakan hukum yang tegas, transparan, dan berkeadilan menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.


Di sisi lain, masyarakat harus mendapatkan perlindungan ketika memberikan informasi mengenai dugaan peredaran narkoba kepada aparat penegak hukum. Mekanisme pelaporan yang aman dan menjaga kerahasiaan identitas pelapor perlu diperkuat agar masyarakat tidak merasa takut untuk berpartisipasi.


Frans Freddy juga menyoroti pentingnya perlindungan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika. Menurut pandangannya, keluarga, sekolah, organisasi kepemudaan, dan lingkungan sosial harus mengambil peran aktif dalam memberikan pendidikan serta membangun kesadaran mengenai bahaya narkoba.


Gerakan jaga kampung juga perlu diwujudkan melalui kegiatan positif bagi generasi muda, seperti pembinaan karakter, olahraga, pendidikan hukum, pengembangan keterampilan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.


Selain itu, upaya pencegahan harus dibarengi dengan pendekatan rehabilitatif terhadap korban penyalahgunaan narkotika sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, sehingga pemberantasan narkoba tidak hanya berorientasi pada penghukuman, tetapi juga pada pemulihan dan penyelamatan masa depan generasi bangsa.


Sebagai organisasi kepemudaan, Poros Muda Indonesia memandang pentingnya penguatan partisipasi pemuda dalam mendukung program kepolisian untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan terbebas dari peredaran gelap narkotika.


Frans Freddy menekankan bahwa gerakan jaga kampung harus menjadi gerakan sosial yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial atau deklarasi sesaat.


Keberhasilannya harus tercermin dari meningkatnya kesadaran hukum masyarakat, semakin kuatnya komunikasi dengan kepolisian, serta terbentuknya lingkungan yang mampu melakukan pencegahan dini terhadap ancaman narkoba.


Ia juga menegaskan pentingnya menjaga prinsip negara hukum dalam pelaksanaan gerakan tersebut. Masyarakat didorong untuk melaporkan dugaan tindak pidana kepada pihak berwenang, bukan melakukan tindakan main hakim sendiri atau mengambil alih kewenangan aparat penegak hukum.


Pada akhirnya, pemberantasan narkoba membutuhkan komitmen bersama, keberanian moral, dan konsistensi tindakan dari seluruh pihak.


Gerakan "Jaga Kampung dari Narkoba: Polisi Bersama Masyarakat" diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat dalam membangun ketahanan sosial, menjaga keamanan lingkungan, serta menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika.


Melalui semangat kebersamaan tersebut, Poros Muda Indonesia mendorong agar upaya menjaga kampung dari peredaran narkoba menjadi bagian dari gerakan nasional yang dimulai dari lingkungan keluarga, RT/RW, desa, kelurahan, hingga seluruh wilayah Indonesia.


"Jaga Kampung, Lawan Narkoba, Selamatkan Generasi Bangsa."

Share:

Blackout Batam: Adakah Upaya Sabotase?


KABARMASA.COM, KEPULAUAN RIAU - Kota Batam - 15 Oktober 2026, Blackout Batam memicu perdebatan tentang pelayanan publik dan kepentingan politik. Penilaian terhadap PT Bright PLN Batam harus berbasis bukti: mengapresiasi pemulihan, tuduhan nepotisme, dan memeriksa kemungkinan sabotase.

Pertama, mengapresiasi pemulihan dan memperkuat institusi.

Petugas PLN Batam memulihkan pembangkit dan jaringan dengan menjaga keselamatan serta kestabilan sistem. Respons cepat tersebut patut diapresiasi karena penormalan membutuhkan tahapan teknis untuk mencegah gangguan lanjutan.

Dukungan perlu diwujudkan melalui investasi jaringan, cadangan operasi, pengamanan gardu, dan perlindungan layanan vital. Kompensasi pelanggan serta komunikasi terbuka juga penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan kepastian kegiatan industri.

Kedua, hubungan personal tidak menjelaskan penyebab blackout.

Mengaitkan pemadaman dengan hubungan personal Dirut PLN Batam dengan Wakil Wali Kota Batam sekaligus ex-officio Wakil Kepala BP Batam bahwa tidak ada kaitanya dengan sistem kelistrikan seperti tuduhan nepotisme oleh pihak-pihak tertentu.

Harus ditunjukkan keputusan yang dipengaruhi hubungan berkaitan dengan gangguan. Kedekatan personal tersebut, bukan tuduhan nepotisme yang tidak layak menjadi fakta; pengawasan harus menilai tindakan dan keputusan.

Ketiga, memeriksa dugaan sabotase sebagai persoalan keamanan strategis.


Thorstein Veblen dalam The Engineers and the Price System (1921) membahas sabotase sebagai penghambatan industri secara disengaja demi kepentingan tertentu. Kerangka ini membantu menelaah tindakan, akses, dan kepentingan di balik gangguan, tetapi tetap membutuhkan pembuktian.

Informasi mengenai makanan hewan di sekitar Gardu Induk Sungai Harapan, apabila terverifikasi, perlu ditelusuri asal, waktu penempatan, dan kaitannya dengan masuknya satwa. Jika terbukti sengaja ditempatkan untuk memicu gangguan, temuan tersebut dapat memperkuat dugaan sabotase. CCTV, catatan akses, dan rekaman proteksi menjadi bukti penting.

Pada 14 Oktober 2026, dua hari setelah blackout, Suroso Isnandar diumumkan menggantikan Darmawan Prasodjo sebagai Dirut PLN pusat. Danantara menyebutnya penyegaran manajemen. Apakah pergantian tersebut berkaitan dengan kemungkinan sabotase yang memicu blackout?

Pemikiran Mancur Olson dalam The Logic of Collective Action membantu membaca kepentingan, insentif, dan tindakan kelompok. Namun, kedekatan waktu belum membuktikan keterkaitan. Investigasi perlu menelusuri kemungkinan intervensi internal maupun eksternal melalui akses instalasi, instruksi operasi, dan pengaturan proteksi.

Transformasi PLN Batam di bawah naungan Danantara langsung perlu memperkuat kapasitas dan tanggung jawab pelayanan. Apresiasi pemulihan, penolakan terhadap tuduhan nepotisme yang belum terbukti, serta penyelidikan dugaan sabotase merupakan dukungan Good Corporate Governance (GCG). Jika kesengajaan ditemukan, penegakan hukum harus berjalan demi perlindungan infrastruktur dan kepastian listrik masyarakat.

Edisi Ke-2

Editor ZSN/Red

Oleh Dedy Wahyudi Hasibuan, S.I.P., M.Sos. 

Ketua PB PMII

Alumni Magister Ilmu Politik Universitas Nasional

Share:

SEKJEND EKSEKUTIF DPP AMKEI INDONESIA Hamka Djalaludin Refra Apresiasi Kinerja Polda Metro Jaya Atas Keberhasilan Mengungkap & Menangkap Pelaku Pembunuhan Serta Mendorong Penegakan Hukum Yang Adil

KABARMASA.COM, JAKARTA- Hamka Djalaludin Refra, S.H., selaku Sekretaris Jenderal Eksekutif DPP AMKEI, menyampaikan apresiasi kepada Polda Metro Jaya atas keberhasilan mengungkap dan menangkap para terduga pelaku pembunuhan terhadap seorang gadis berusia 19 tahun di kawasan Pinang Ranti, Jakarta Timur.

Hamka menyampaikan bahwa "Keberhasilan ini merupakan langkah penting dalam memberikan kepastian hukum serta menjawab harapan masyarakat terhadap penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan. Namun, proses hukum tidak boleh berhenti pada penangkapan semata. Penyidik harus mengungkap perkara secara menyeluruh, mengumpulkan alat bukti secara sah, serta memastikan setiap pihak yang terlibat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku", ujarnya (14/10/2026).

Lebih lanjut, kami berharap penerapan pasal terhadap para tersangka benar-benar sesuai dengan fakta hukum, alat bukti, unsur tindak pidana, serta tingkat keterlibatan masing-masing pelaku. Apabila unsur pembunuhan berencana terbukti secara sah dan meyakinkan, maka ketentuan hukum yang relevan harus diterapkan secara tegas dan proporsional, tanpa mengabaikan asas praduga tak bersalah dan hak-hak tersangka.

"Keadilan bagi korban dan keluarga harus menjadi perhatian utama. Penegakan hukum yang tegas bukan semata-mata tentang beratnya hukuman, melainkan tentang ketepatan penerapan hukum, profesionalitas aparat, dan terungkapnya kebenaran materiil", tegas Hamka.

DPP AMKEI mendorong Polda Metro Jaya agar menuntaskan perkara ini secara objektif, akuntabel, dan berintegritas, sehingga keadilan dapat ditegakkan dan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum semakin kuat.

"Hukum harus berdiri tegak, keadilan harus diperjuangkan, dan setiap perbuatan pidana harus dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku" pungkas, Hamka Djalaludin Refra, S.H.
Sekjend Eksekutif DPP AMKEI.
Share:

Tokoh Lintas Agama dan Pemuda Batam Bersatu, Bagikan Masker Gratis di Tengah Asap Karhutla

KABARAMASA.COM, KEPULAUAN RIAU - Kota Batam - 14 Oktober 2026, Kepedulian terhadap kualitas udara di Kota Batam menyatukan para tokoh lintas agama. Bersama Pemuda, Mahasiswa dan Relawan, mereka turun ke jalan membagikan masker gratis kepada pengendara bermotor dan masyarakat di enam persimpangan strategis di batam pada hari Selasa 13 Oktober 2026.

Aksi bertajuk Lintas Agama Peduli Iklim ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah persoalan polusi udara yang belakangan menjadi perhatian warga Batam.

Tidak hanya membagikan masker, para relawan juga mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan dan melindungi kesehatan dari paparan udara yang tercemar.


Wakil Bendahara PC GP Ansor Kota Batam, Nurman Zamzami, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata tokoh lintas agama Kota Batam terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat, khususnya dalam menghadapi dampak asap karhutla.

“Pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap kesehatan masyarakat. Di tengah kondisi asap akibat karhutla, kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada, menjaga kesehatan, dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak, terutama ketika kualitas udara sedang memburuk,” ujar Nurman Zamzami.

Ia juga mengimbau masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan agar menggunakan masker yang sesuai, membatasi paparan asap, serta segera mencari tempat yang lebih aman apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, atau iritasi pada mata.


Menurut Zamzami kolaborasi antara GP Ansor dan pemuda lintas iman dibawah naungan  tokoh lintas agama Kota Batam dalam kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kemanusiaan dan kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama, tanpa memandang perbedaan agama maupun latar belakang.

“Perbedaan bukan penghalang bagi kita untuk bergerak bersama. Ketika masyarakat membutuhkan kepedulian, pemuda harus hadir dan memberikan manfaat nyata. Kami berharap kegiatan ini dapat mengingatkan masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan sekaligus memperkuat semangat toleransi dan persaudaraan di Kota Batam,” tambahnya.(Tim/Red)

Share:

Youtube Kabarmasa Media



Berita Terkini

Entri yang Diunggulkan

DPD IYC Kepri Soroti Pembatasan Perekaman Video Saat Diskusi Karhutla Bersama Pemko dan Damkar Kota Batam

  DP D IYC Kepri – Mengawal Lingkungan, Menjaga Kepentingan Masyarakat.   KABARMASA.COM, KEPULAUAN RIAU - Kota Batam -  Dewan Pimpinan Da...

Cari Berita

Label

Arsip Berita

Recent Posts