KABARMASA.COM, BEKASI — Suasana kampanye Calon Kepala Desa Tridayasakti nomor urut 5, Afad Usasra, S.H., M.H., berlangsung penuh energi. Dari kampung ke kampung, Afad tampil langsung di hadapan masyarakat dengan gaya kampanye yang mengandalkan orasi, penyampaian gagasan dan dialog bersama warga.
Suara Tegas, Gagasan Mengalir, Warga Menyimak: Afad Bawa Orasi Kampanye yang Dekat dengan Masyarakat
Di tengah suasana pertemuan, Afad berdiri di hadapan warga dan menyampaikan gagasannya dengan suara tegas dan penuh semangat. Sesekali ia mengajak masyarakat berinteraksi, mengajukan pertanyaan dan mengajak warga melihat persoalan desa dari berbagai sudut pandang.
Bukan sekadar menyampaikan program, Afad menjadikan forum kampanye sebagai ruang untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.
ORASI PENUH SEMANGAT, WARGA DIAJAK BERPIKIR TENTANG MASA DEPAN DESA
Dengan gaya bicara yang lugas, Afad menyampaikan satu per satu gagasan yang dibawanya. Suasana semakin hidup ketika ia mengajak warga untuk tidak hanya berbicara mengenai siapa yang akan menjadi kepala desa, tetapi juga membicarakan gagasan dan masa depan Tridayasakti.
“Saya datang bukan sekadar membawa janji. Saya datang membawa gagasan dan pemikiran!”
Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan yang terus ditekankan Afad dalam kegiatan kampanyenya.
Ia kemudian mengajak warga untuk bersama-sama memikirkan bagaimana pelayanan desa dapat dibuat lebih mudah, bagaimana ekonomi masyarakat dapat dikembangkan, bagaimana pemuda mendapatkan ruang untuk berkembang serta bagaimana masyarakat memperoleh akses terhadap pendidikan dan bantuan hukum.
DARI ORASI, BERLANJUT DIALOG
Setelah menyampaikan orasi, Afad membuka ruang komunikasi dengan masyarakat. Warga diberikan kesempatan menyampaikan persoalan dan aspirasi yang mereka hadapi.
Suasana yang semula dipenuhi penyampaian orasi kemudian berubah menjadi dialog. Afad mendengarkan berbagai masukan warga dan meresponsnya dengan menjelaskan gagasan serta program yang ditawarkannya.
Menurut Afad, bertemu langsung dengan masyarakat penting agar calon kepala desa tidak hanya berbicara dari balik meja, tetapi mengetahui persoalan yang benar-benar dirasakan warga.
“Saya ingin mendengar langsung dari masyarakat. Karena yang paling tahu persoalan di kampung ini adalah masyarakat itu sendiri. Tugas pemimpin adalah mendengar, memahami, kemudian mencari jalan keluarnya bersama,” ujar Afad.
BUKAN KAMPANYE SUNYI, AFAD PILIH TURUN LANGSUNG
Gaya kampanye Afad yang mengedepankan orasi dan pertemuan langsung menjadi bagian dari upayanya memperkenalkan diri serta program kepada masyarakat.
Dengan latar belakang sebagai pengacara, dosen, aktivis dan pengusaha, Afad membawa pengalaman dari berbagai bidang tersebut dalam gagasan pencalonannya.
Program yang disampaikan mencakup digitalisasi pelayanan desa, bantuan hukum dan UMKM, pendidikan, kesehatan masyarakat, pengembangan potensi desa serta pemberdayaan pemuda.
Afad menilai pembangunan desa membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat.
“Desa ini bukan milik satu kelompok. Desa ini milik kita bersama. Karena itu, pembangunan Tridayasakti harus dibangun bersama-sama,” tegasnya.
“SAYA DATANG MEMBAWA GAGASAN DAN PEMIKIRAN”
Di penghujung orasinya, Afad kembali menegaskan pesan yang menjadi ciri kampanyenya.
“Saya datang ke kampung-kampung bukan hanya untuk meminta masyarakat mendengarkan saya. Saya juga ingin mendengarkan masyarakat. Saya datang membawa gagasan, membawa pemikiran, dan siap berdialog tentang bagaimana Tridayasakti ke depan.”
Orasi kemudian ditutup dengan ajakan kepada masyarakat untuk mengikuti proses Pilkades secara tertib dan menjadikan visi, program serta gagasan para calon sebagai bagian dari pertimbangan dalam menentukan pilihan.
Afad Usasra, S.H., M.H. — Calon Kepala Desa Tridayasakti Nomor Urut 5.
“Datang ke masyarakat, bawa gagasan, dengarkan aspirasi, dan bangun desa bersama.”







No comments:
Post a Comment