KABARMASA.COM, JAKARTA- Malaysia Singapura, Thailand, 6–12 Mei 2026 — International Conference Santri Mendunia (ICSM) Batch 5 sukses diselenggarakan pada 6–12 Mei 2026 dengan menjangkau tiga negara Asia Tenggara. Forum internasional ini menjadi ruang strategis bagi santri dan generasi muda Muslim untuk berdialog, bertukar gagasan, serta memperkenalkan kontribusi pendidikan pesantren dalam konteks pendidikan global.
Mengusung tema “Transforming Global Education through the Values of Pesantren Boarding School System”, ICSM Batch 5 menegaskan bahwa sistem pendidikan pesantren memiliki relevansi kuat sebagai model pendidikan holistik. Nilai keseimbangan antara intelektualitas, spiritualitas, dan pembentukan karakter dipandang sebagai fondasi penting dalam menjawab tantangan pendidikan global yang semakin kompleks.
Dalam forum ini, Afif Haniifan turut berpartisipasi sebagai delegasi dari Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia. Keikutsertaan delegasi ini mencerminkan komitmen lembaga dakwah dalam mendukung penguatan peran santri sebagai aktor strategis yang mampu menjembatani nilai keislaman dengan dinamika global secara konstruktif dan moderat.
Afif Haniifan menegaskan bahwa keterlibatan santri dalam forum internasional merupakan langkah penting untuk memperluas peran pesantren di tingkat global.
“Santri hari ini tidak hanya dituntut kuat dalam tradisi keilmuan Islam, tetapi juga harus mampu berdialog dengan dunia global. Forum seperti ICSM menjadi ruang strategis untuk menunjukkan bahwa nilai-nilai pesantren relevan dan solutif bagi tantangan pendidikan internasional,” ujar Afif, (14/05/2026).
Rangkaian kegiatan ICSM Batch 5 dirancang sebagai proses pembelajaran terpadu yang mengombinasikan konferensi akademik, diskusi lintas budaya, serta kunjungan edukatif. Pendekatan ini memberikan pengalaman komprehensif bagi peserta untuk memahami praktik pendidikan internasional sekaligus memperluas jejaring kolaborasi lintas negara.
Sebagai bagian dari agenda edukatif, peserta juga mengikuti kunjungan akademik ke sejumlah institusi pendidikan tinggi ternama, di antaranya National University of Singapore dan International Islamic University Malaysia. Kunjungan ini dimaksudkan untuk memperkaya wawasan peserta mengenai tata kelola pendidikan tinggi global serta membuka ruang dialog akademik yang konstruktif.
Penyelenggaraan ICSM Batch 5 menegaskan bahwa santri Indonesia memiliki kapasitas, daya saing, dan relevansi dalam percaturan pendidikan dunia. Forum ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pertukaran pemikiran, tetapi juga sebagai ruang strategis untuk membangun kesadaran kolektif dan jejaring kolaboratif yang berkelanjutan.
Melalui inisiatif ini, nilai-nilai pesantren diproyeksikan untuk berkontribusi lebih luas dalam membentuk arah pendidikan global yang berlandaskan moralitas, keterbukaan, dan keberlanjutan. ICSM diharapkan menjadi model diplomasi pendidikan yang memperkuat posisi santri sebagai agen perubahan dalam membangun peradaban dunia yang berkarakter dan inklusif.






No comments:
Post a Comment