KABARMASA.COM, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan
alasannya membawa kasus pencemaran nama baik dan berita bohong ke meja hijau.
Menurut dia, upaya hukum itu harus diambil untuk menjaga nama baik dirinya di
tengah keluarganya.
"Jadi saya juga tidak ingin anak cucu saya merasa bahwa saya sebagai orang
tuanya, kakeknya, membuat kecurangan di Papua," kata Luhut di Polda Metro
Jaya, Senin (27/9/2021).
Luhut menegaskan tidak melakukan apa yang dituduhkan oleh pihak terlapor atas
kepemilikan bisnis tambang di Papua. Siapa yang salah akan dibuktikan di
pengadilan.
Luhut menilai ucapan Direktur Lokataru Haris Azhar dan Koordinator Komisi Untuk
Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Fatia Maulidiyanti telah merampas hak asasi
dirinya. "Jadi jangan mengatakan hanya hak asasi yang ngomong aja, hak
asasi yang diomongin juga kan ada," jelasnya.
Dia pun siap dihukum jika membuat kesalahan. "Kalau saya membuat salah ya
saya dihukum, tapi kalau yang dilaporkan salah, ya dihukum," tegasnya.
Sebelumnya, Luhut melaporkan Haris Azhar dan Koordinator Kontras Fatia ke Polda
Metro Jaya pada Rabu (22/9/2021) atas dugaan pencemaran nama baik dan berita
bohong. Laporan Luhut teregister dengan nomor LB/B/4702/IX/2021/SPKT/POLDA
METRO JAYA.
Luhut tidak terima atas pernyataan Haris dan Fatia pada program NgeHAMtam
berjudul "Ada Lord Luhut Dibalik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya!!
Jendral BIN Juga Ada!!", yang ditayangkan di akun Channel Youtube Haris
Azhar.
Luhut melaporkan Haris Azhar dan Fatia dengan Pasal 27 ayat 3 Jo Pasal 45 ayat
3 UU RI Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 14 atau Pasal 15
UU Nomor 1Tahun 1986 tentang Peraturan hukum pidana Pasal 310 KUHP atau Pasal
311 KUHP.
Luhut Pandjaitan Ungkap Alasannya Perkarakan Haris Azhar dan Fatia
Fantastis Gajinya Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Hingga Rp50 Jutaan
Sejak terpilih pada Pemilu 2019, anggota dewan lantas berbondong-bondong mendatangi bank daerah untuk mengadaikan SK (Surat Keputusan) karena nilainya besar bisa sampai lebih dari Rp1 miliar.
Menurut Kepala Bagian Keuangan Sekretariat DPRD Kabupaten Bekasi Eman Yusuf Taufik mengatakan, kisaran gaji keseluruhan anggota dewan saat ini antara Rp52-56 juta.
“Gaji pokoknya sekitar Rp4,6 jutaan, tapi besar di tunjangan,” kata Eman kepada wartawan di Bekasi, Minggu (26/9/2021), yang dilansir sindonews.com.
Tunjangan yang diterima anggota dewan ini di antaranya tunjangan komunikasi atau yang sering disebut uang pulsa sebesar Rp12 jutaan. Kemudian ada juga tunjangan transporasi sebesar Rp14 jutaan dan tunjangan perumahan sekitar Rp 23 jutaan.
Kendati demikian, memiliki gaji puluhan juta rupiah, pendapatan anggota dewan ini tidak diterima sepenuhnya.
“Ya banyak potongannya, ada yang sampai sisa dua juta tiga juga rupiah. Ya mungkin karena kebutuhan,” ucapnya.
Selain itu, terdapat potongan partai politik dengan persentase bermacam-macam.
“Jadi dipotongnya langsung dari keuangan. Ada surat dari partai anggota dewan ini gajinya dipotong dan masuk partai, lalu ada kesediaan dewan yang bersangkutan gajinya dipotong,” ujarnya.
PP Kota Medan Bersama Indika Foundation Desinfektan 59 Titik Cegah Covid
Dalam kegiatan itu langsung dihadiri Ketua MPW PP Sumatera Utara Kodrat Shah, Ketua MPC Kota Medan M Rahmaddian Shah, Wali Kota Medan Bobby Nasution, serta seluruh kader Pemuda Pancasila bertempat di Kantor MPC PP Kota Medan.
Dalam sambutannya, Ketua MPC PP Kota Medan, M Rahmaddian Shah, mengucapkan terima kasih kepada Indika Foundation yang telah bekerjasama dengan Pemuda Pancasila Kota Medan menggelar penyemprotan desinfektan di 59 titik di Kota Medan dalam upaya penanggulangan penyebaran pandemi Covid-19.
“Selain menyemprot desinfektan dalam upaya mencegah Covid-19, PP Kota Medan bersama Indika Foundation juga membagikan paket sembako kepada warga Kota Medan yang terdampak pandemi,” katanya.
Menurutnya, Pemuda Pancasila Kota Medan sejak awal penyebaran Covid-19 hingga sekarang ini terus melakukan kegiatan sosial membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19.
“Pemuda Pancasila Kota Medan juga telah menyediakan ambulan gratis untuk digunakan bagi masyarakat. Sehingga kehadiran Pemuda Pancasila Kota Medan dapat bermanfaat dan dirasakan langsung masyarakat,” tuturnya.
“Insya Allah, nantinya setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang telah mempunyai kantor MPC Pemuda Kota Medan akan memberikan bantuan mobil ambulan yang diharapkan dapat membantu masyarakat di wilayahnya,” tambah Rahmaddian.
Dian biasa pemuda ini sapa mengungkapkan, pada pelaksanaan penyemprotan desinfektan serta membagikan sembako telah dibentuk Tim Gugus Tugas Cabang Kota Medan dengan tema “Relawan Task Force Kemanusian PPKM Covid-19” Pemuda Pancasila-Indika Foundation.
“Diharapkan dengan dilaksanakan penyemprotan desinfektan oleh Tim Gugus Tugas Cabang Kota Medan dapat mencegah penyebaran Covid-19 dan kegiatan ini akan terus dilakukan sehingga menurunkan level PPKM di Kota Medan,” harapnya.
Sementara itu, Wali Kota Medan, Bobby Nasution, mengapresiasi kerjasama yang dilakukan Pemuda Pancasila Kota Medan dengan Indika Foundation dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Medan.
“Kegiatan ini bentuk kolaborasi yang dilakukan Pemuda Pancasila Kota Medan membentuk Tim Gugus Tugas membantu menyehatkan warga Kota Medan,” bebernya.
Bobby mengaku pandemi Covid-19 tidak akan bisa hilang di dunia ini. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh warga untuk menjalani kehidupan baru dengan selalu mematuhi protokol kesehatan seperti tetap memakai masker, jaga jarak serta menghindari kerumunan.
“Saya berharap dengan penyemprotan yang dilaksanakan Pemuda Pancasila Kota Medan dengan Indika Foundation Kota Medan bisa turun ke Level 2,” harap Ketua MPO Pemuda Pancasila Kota Medan.
Usaha Service Jam Tangan Sepi Order
KABARMASA.COM, MEDAN - Pandemi Covid-19 di Indonesia khususnya di Kota Medan yang tak kunjung berakhir sejak Maret 2020 lalu, sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat. Terlebih para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terancam gulung tikar.
Salah seorang pemilik usaha reparasi jam tangan di Medan, Kuco (61 th), menyebut pergerakan perekonomian semakin sulit, karena pendapatan jauh berkurang. Sebelum pandemi, dirinya mengaku bisa mendapat Rp100 ribu per hari, sekarang ini hanya Rp30-50 ribu saja setelah seharian menunggu order.
“Dulu sebelum corona sehari bisa sampai 3 unit jam yang di-service, kalau sekarang sehari pun terkadang tidak dapat order. Untuk kisaran harga service jam yaitu Rp5-20 ribu tergantung kerusakannya,” kata Kuco di tempat usahanya Jalan Sutrisno, Kecamatan Medan Area, baru-baru ini.
Ketika ditanya mengenai pendidikan anak-anaknya di masa pandemi, pria yang sudah 30 tahun menjalankan usaha service jam tangan ini mengaku sekolah anaknya harus terputus. “Karena ada biaya untuk makan saja sudah Alhamdulillah,” ungkapnya.
Meski situasi sulit karena Pandemi Covid-19 belum usai, ayah 2 orang anak belum pernah meminjam uang di bank ataupun menjual barang yang masih dimilikinya. Bersyukur masih bisa menutupi kebutuhan sehari-hari walaupun penghasilan pas-pasan.
Saat disinggung mengenai promosi usaha secara online melalui media sosial, dia mengaku tidak pernah promosi usaha secara online karena tidak memiliki alat dan tidak tahu juga cara menggunakannya.
Lain sisi, Kuco sempat berkeinginan untuk membuka usaha kecil-kecilan seperti berjualan sayuran. Namun, Semenjak ada wabah Virus Corona terpaksa harus ditunda karena faktor modal yang tidak ada.
“Kita berharap Pandemi Covid ini segera berakhir dari Indonesia supaya usaha kembali lancar,” harapnya.
Ini Kata Mahfud MD Soal Penyerangan Terhadap Ustadz
Mahfud menegaskan, istilah kriminalisasi terkait peristiwa tersebut tidaklah tepat. Istilah kriminalisasi baru bisa dibenarkan apabila ada ulama atau ustadz tidak melakukan kegiatan apa-apa kemudian dituduh melakukan kriminal atau tindak pidana.
“Istilah kriminalisasi ini salah. Karena kalau kriminalisasi terhadap ulama atau ustadz, berarti ulama atau ustadz tidak melakukan kegiatan apa-apa, lalu dituduh melakukan tindakan kriminil, itu namanya kriminalisasi,” ucap Mahfud dalam rekaman video yang diterima redaksi, Minggu (26/9/2021).
Mahfud mengatakan yang terjadi saat ini justru ustadz atau tokoh agama justru menjadi korban dari sebuah kegiatan kriminal yang nyata. Atas hal itu, Mahfud menegaskan tidak ada praktik kriminalisasi terhadap ulama.
“Yang terjadi selama ini justru orang yang disebut ustadz atau tokoh atau tempat ibadah itu menjadi korban dari sebuah kegiatan kriminal yang nyata sehingga tidak bisa dianggap kriminalisasi terhadap tokoh agama,” tuturnya.
Mahfud telah meminta aparat menangkap dan memproses hukum pelaku yang menyerang ustadz ataupun membakar mimbar masjid. Karena itulah ia mengingatkan semua pihak berhati-hati.
“Kita semua harus hati-hati. Aparat hati-hati, masyarakat harus hati-hati, jangan terprovokasi, kita semua harus jaga keutuhan dan kedamaian di negara ini,” ucapnya.
Sebelumnya, Mahfud MD merespons sejumlah kejadian di Indonesia yang beberapa waktu terakhir membuat pergolakan di masyarakat. Di antaranya kasus Ustadz Abu Syahid Chaniago yang dipukuli oleh pria tak dikenal (OTK) saat mengisi ceramah agama dan zikir di Masjid Baitussakur, Batuampar, Batam, Senin 20 September 2021.
Lalu penembakan Ustadz Marwan alias Alex hingga tewas di Jalan Gempol, Kelurahan Cipete, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Sabtu 18 September 2021. Selanjutnya pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar di Jalan Masjid Raya, Bontoala, Kota Makassar oleh seorang pria tak dikenal, pada Sabtu 25 September 2021, dini hari.
‘Ngeden’ Saat Buang Air Besar Bisa Jadi Pemicu Pendarahan Otak, Ini Alasannya
KABARMASA.COM, JAKARTA – Sakit pendarahan otak mendadak, menjadi pusat perhatian publik Tanah Air setelah diderita komedian Tukul Arwana. Tapi tahukah Anda, ada banyak penyebab pendarahan otak, salah satunya mengejan atau lebih dikenal ngeden. Kondisi ini biasanya dilakukan banyak orang ketika buang air besar atau menahan napas saat batuk.
Beberapa hal mendorong perkembangan atau pecahnya aneurisma atau pendarahan di otak. Sebuah studi di jurnal ‘Stroke American Heart Association’ menyimpulkan bahwa faktor-faktor berikut dapat memicu pendarahan otak:
– Olahraga berlebihan
– Konsumsi kopi atau soda
– Mengejan (ngeden) saat buang air besar
– Kemarahan yang sering
Pendarahan otak dapat menyerang siapa saja, tetapi orang dengan aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah) berisiko tinggi mengalaminya.
The Brain Aneurysm Foundation juga menyatakan bahwa pendarahan otak paling sering terjadi pada orang berusia 35 hingga 60 tahun. Wanita disebut lebih mungkin menderita aneurisma daripada pria karena kadar estrogen yang rendah setelah menopause. Jika pendarahan otak terjadi di keluarga dekat, maka risiko Anda memilikinya lebih tinggi.
Adapun faktor risiko lain terkait pendarahan otak meliputi:
– Usia yang lebih tua
– Penyalahgunaan narkoba, terutama kokain
– Penyalahgunaan alkohol
– Masalah bawaan yang memengaruhi dinding arteri, seperti sindrom Ehlers-Danlos
– Cedera kepala
Senin Besok, BEM SI Berencana Demo di Kantor KPK
Koordinator Pusat BEM SI Nofrian Fadil Akbar mengatakan pihaknya masih membahas detail rencana aksi pada malam ini. Akan tetapi, demonstrasi hampir pasti dilakukan di kantor KPK.
“Malam ini baru kita (membahas) teklap (teknis lapangan). Kemungkinan gambaran besarnya di KPK, kemungkinan,” kata Akbar saat dihubungi, Sabtu (25/9).
Dalam aksi itu BEM SI akan bergabung dengan BEM Seluruh Jabodetabek. Sejumlah kampus dari Nusa Tenggara Barat, Sumatera, dan Jawa Tengah akan datang ke Jakarta mengikuti aksi ini.
Akbar menegaskan demonstrasi ini akan dilakukan secara damai dan taat protokol kesehatan. Ia meminta kepolisian untuk tidak menghalangi dengan alasan pandemi Covid-19.
“Kita tetap sudah komunikasi ke beberapa pihak kepolisian. Kita komunikasikan saja kondisi di Jakarta levelnya juga turun. Kita maunya aksi damai sampaikan substansi,” ujarnya.
Dirinya memastikan mahasiswa akan kooperatif selama menjalankan aksi. Akbar memastikan pihaknya akan menghindari potensi kericuhan selama aksi.
Diketahui sebelumnya, Aliansi BEM SI dan Gerakan Selamatkan KPK (GASAK) menyurati Presiden Joko Widodo soal TWK KPK. Mereka memberi waktu 3×24 jam untuk Jokowi mengangkat 57 orang pegawai KPK yang dinyatakan tak lolos TWK.
Jika Jokowi bergeming, mahasiswa berniat turun ke jalan. Akbar menyebut hingga saat ini belum ada respons dari Jokowi dan Istana terhadap surat-surat terkait TWK KPK yang mahasiswa kirim.
Brimob Tewas Tertembak Saat Jaga Polsek Kiwirok
KABARMASA.COM, PAPUA – Anggota Korps Brigade Mobil (Brimob), Bharada Muhammad Kurniadi tewas tertembak dalam kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat tengah berjaga-jaga di Polsek Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua, Minggu (26/9) pagi.
“Pukul 04.50 WIT, saat personel gabungan TNI-Polri sedang melakukan penjagaan di Polsek Kiwirok. Personel gabungan mendapatkan tembakan dari KKB,” ujar Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal kepada wartawan, Minggu (26/9).
Karena tembakan itu, tim TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi itu memberikan tembakan balasan. Ia menduga bahwa tembakan itu dilakukan oleh KKB pimpinan Lamek Alipki Taplo.
Namun demikian, kontak senjata itu membuat seorang personel meninggal dunia. Kamal menjelaskan korban terkena tembakan di bagian bawah ketiak sebelah kanan. “Saat ini jenazah telah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua untuk dilakukan tindakan medis,” ujar Kamal.
Ia menjelaskan, jenazah Kurniadi langsung dievakuasi menggunakan helikopter dari Kiwirok ke Oksibil, Pegunungan Bintang pasca-kontak senjata. Setelah itu, sekitar pukul 10.00 WIT, jenazah diterbangkan ke Jayapura menggunakan pesawat carter.
“Direncanakan jenazah diterbangkan ke Kampung halamannya di Kampung Paniang Aceh. Melalui Bandara Soekarno Hatta ke Bandara Kualanamu Medan dan kemudian ke Kampung Paniang Aceh,” tandasnya.
Saat ini, kata Kamal, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pihak KKB yang bertanggung jawab atas serangkaian penembakan di wilayah Kiwirok beberapa waktu terakhir.
Eskalasi kontak tembak di wilayah Kiwirok sempat memuncak dalam beberapa hari terakhir. Tenaga medis diduga diserang oleh KKB pada Senin (13/9) lalu. Sebanyak dua nakes dikabarkan hilang. Setelah dilakukan pencarian, aparat menemukan dua nakes tersebut di jurang. Salah satunya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
KKB merupakan sebutan aparat bagi kelompok separatis pejuang kemerdekaan Papua yang bersenjata. Kelompok itu kini telah ditetapkan sebagai teroris oleh pemerintah. Dalam hal ini, mereka menginduk pada organisasi Tentara Pembebasan Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).
Pemerintah Izinkan Konser Musik dan Resepsi Nikah Skala Besar
Menkominfo Johnny G Plate menyampaikan, bahwa izin juga diberikan guna mempercepat pemulihan ekonomi serta mewadahi produktivitas masyarakat
“Mempertimbangkan perlunya kita mewadahi aktivitas masyarakat agar tetap produktif namun juga aman dari Covid-19, pemerintah kini dapat memberikan izin untuk mengadakan perhelatan dan pertemuan berskala besar yang melibatkan banyak orang, asalkan mematuhi pedoman penyelenggaraan yang telah ditetapkan,” kata Johnny lewat siaran pers.
Dia menegaskan, izin penyelenggaraan kegiatan bakal diberikan selama kasus Covid-19 terkendali. Penyelenggaraan berbagai kegiatan juga harus didukung kesiapan sarana prasarana penunjang protokol kesehatan.
Sejauh ini, Kompetisi Sepak Bola Liga 1 dan 2 serta PON XX di Papua termasuk acara besar yang diberikan izin untuk diselenggarakan. Penyelenggara pun harus memperhitungkan kondisi kasus Covid-19 di daerah tempat kegiatan, potensi penularan selama kegiatan, durasi kegiatan, tata kelola ruangan, jumlah partisipan, serta kemungkinan peserta belum divaksinasi Covid-19.
“Penyelenggaraan juga harus didukung kesiapan yang matang, serta komitmen tinggi penyelenggara dalam mengutamakan kesehatan dan keselamatan setiap orang yang terlibat, mengingat risiko penularan meningkat jika ada interaksi antar manusia dalam kerumunan,” kata Johny.
Pemerintah telah menetapkan pedoman penyelenggaraan kegiatan besar. Pertama, dilakukan edukasi kesehatan sebelum kegiatan dimulai, menyusun pedoman pelaksanaan dengan rencana kontijensi, serta memastikan fasilitas pendukung protokol kesehatan
Kedua, saat kegiatan berlangsung, penyelenggara wajib memastikan screening kesehatan, memastikan alat kesehatan pendukung cukup dan mudah terakses, dan memastikan setiap partisipan mematuhi protokol kesehatan.
Terakhir setelah acara selesai, penyelenggara wajib memastikan tidak ada kasus positif yang lolos kembali ke daerah asal, dan mengoptimalkan karantina. “Mari biasakan adaptasi perilaku baru hidup bersama Covid-19 agar seluruh partisipan dan penyelenggara bisa sehat datang, sehat pulang,” ujar Johnny.
KACA MATA HITAM JAKARTA YANG PERLU DIRUBAH PADA MASA OTSUS PAPUA JILID II
Saya terdiam beberapa menit. Kemudian saya bertanya balik kepada orang itu. Demikian tanya saya: "ketua pernah berfikir atau tidak, seberapa banyak pemerintah ambil dari tanah Papua? Apakah dana yang dikucurkan pemerintah pusat setara dengan hasil kekayaan alam Papua yang dikerut hingga masuk di kas negara dan saku-saku para penguasa, pengusaha, pemodal dan lainnya?"
KACA MATA HITAM JAKARTA
Bagi saya ini sebuah kaca mata hitam Jakarta. Pandangan ini sudah lama tumbuh dan berkembang di Indonesia. Apa yang saya dengar merupakan bagian integral dari buah-buah kaca mata hitam pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dan orang asli Papua di Indonesia. Sampai kapanpun saya rasa tidak akan pernah hilang kalau rahim pandangan kaca mata hitam–bibir para pemuka Unio sangat subur.
Dari waktu ke waktu, dan dari generasi ke generasi juga dari masa ke masa tetap dan akan selalu berkembang biak. Hingga menimbulkan beragam bentuk baru dan kembali ke bentuk lama. Begitu terus sampai akan menjadi sebuah fenomena, dan ilmu pengetahuan sosial politik yang akan menarik perhatian pada masa-masa yang akan datang.
Saya kira pandangan seperti itu selama ini hanya berlaku di tingkat masyarakat umum, yang sudah selesai jenjang pendidikan, profesional, dan memiliki jabatan dalam birokrasi, partai politik, swasta dan lain sebagainya. Dari sini saya menyadari bagaimana pandangan masyarakat Indonesia untuk melihat Papua semacam itu hingga merebak di tingkat mahasiswa setingkat pimpinan mahasiswa seperti itu–semester empat atau lima keatas.
Ternyata tidak, opini publik semacam itu sudah menjalar hingga di tingkatan anak muda. Bagi saya ini sebuah hal yang sangat menarik sekaligus sangat berbahaya. Olehnya perlu diperhatikan, dipertimbangkan dan didiskusikan lebih lanjut. Lebih disayangkan kalau pandangan seperti ini kelak berlaku dari tingkat atas sampai anak-anak kecil sekalipun.
Bagi saya ini sebuah kaca mata hitam luar Papua yang lama tumbuh kembang dan pada belakangan ini terus milikili dampak yang sangat besar dalam melihat tanah Papua maupun dalam rangkah menyelesaikan ragam problematika di paling timur Indonesia.
Mereka–orang luar melihat orang Papua itu tidak ada apa-apa. Tidak pernah berpikir kalau kita sama-sama warga negara Indonesia. Namun, mereka selalu melihat orang Papua sebagai warga kelas zet yang tidak diperhitungkan sama sekali. Dengan demikian tak heran apabila orang dari luar Papua mudah mencap orang pribumi Papua seperti monyet, kera, kete, gorila, kanibal, primitif, koteka, dan masih banyak lagi.
Mereka tidak pernah melihat perasaan, bahkan pembangunan di sektor sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan dan meningkatkan taraf hidup serta kualitas hidup masyarakat yang menekan pada upaya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Orang-orang yang mengendalikan sistem dan mengontrol sistem dari pusat hingga daerah tidak pernah pikir bahwa memajukan manusia dan keadilan lebih penting dari pembangunan di sektor lainnya.
Mereka selalu melihat dari segi pembangunan infrastruktur fisik, seperti jembatan merah–Youtefa yang menjadi icon pembangunan tanah Papua, juga dari aspek pembangunan transportasi udara, laut dan darat yang tak hanya mempermudah dan menguntungkan masyarakat adat setempat, tetapi juga mempermudah dan menguntungkan bagi pelaku usaha, pemilik modal dan orang-orang yang memiliki hubungan, komunikasi dan keterampilan baik dengan pihak berwenang.
Sangat sedih karena tidak pernah bayangkan siapa yang sesunguhnya menikmati jembatan merah, jalan trans, pelabuhan, bandar udara dan tersebut. Sangat prihatin pula kalau tidak mengetahui kalau masyarakat akar rumput selalu susah, jalan kaki, tahan panas, meneteskan keringat, dan menghabiskan waktu selama berjam-jam. Bahkan harus membayar mahal. Bukan gratis.
Yang dapat pendapatan dan menikmati hasil dari pembangunan infrastruktur tersebut siapa? Apakah masyarakat adat dapat pendapat? Palingan mereka hanya terima uang pelepasan tanah adat, jalan tidak kena pecel dan waktu tertentu saja yang mereka naik kendaraan, pesawat dan kapal. Semua itu yang milik orang lain. Bahkan yang nikmati pun bukan mereka–orang Papua sebenarnya.
Kita bisa lihat dampak dari pembangunan infrastruktur fisik yang dibangga-banggakan pemerintahan dan orang luar Papua, termasuk kebijakan presiden Jokowi yang pada belakangan ini menaruh perhatian full di sektor infrastruktur fisik yang tak bernyawa dan tidak penting bagi orang Papua. Semua yang belih tanah, kuasai, bangun kios, ruko dan lainnya adalah bukan orang Papua.
Tapi dari luar Papua.
Ini fakta hari ini di lapangan, sekalipun kita boleh merujuk pada angka, statistik, grafis dari BPS ataupun dari mana saja. Dari fakta monopoli perdagangan dari kegiatan pembangunan infrastruktur fisik di tanah Papua dapat menunjukkan bahwa orang Papua tidak mendapatkan keuntungan seperti dalam kampanye-kampanye liat di media lokal, nasional dan berhasil.
KUNJUNGAN JOKOWI KE PAPUA BUKAN SOLUSI ATAU OBAT UNTUK PAPUA
Mereka–orang luar lebih senang dengan13 Kali kunjungan Jokowi sebagai salah satu hal yang luar biasa dan memngangap itu sudah cukup besar perhatiannya.Bahkan menganggap bahwa kehadiran Jokowi berkali-kali menjawab masalah dasar dan telah berhasil menyelesaikan persoalan yang sebelumnya tidak ditangani serius. Mereka tidak sadar kalau kehadiran Jokowi hanya ibarat kasih padam/meniup api, tetapi tidak kasih mati bara apinya yang hidup dan kekal.
Mereka tidak mengerti kalau kehadiran Jokowi ibarat pemadam kebakaran di tingkat nasional ketika Papua selalu menyala, menyala dan tidak baik-baik saja akibat adanya tekanan dari dunia internasional hingga dari kalangan pribumi Papua sendiri. Mereka tidak paham kalau di resim Jokowi justru keadaan Papua semakin buruk dan banyak orang Papua menjadi korban.
Tidak pernah bayangkan berapa kasus pelangaran HAM yang telah ditimbulkan dan yang tidak pernah diselesaikan Jokowi selama dua periode ini. Pada periode pertama lebih banyak memberikan janji penyelesaian kasus pelanggaran HAM, membuka akses bagi jurnalis asing dan masih banyak lagi, tetapi tidak pernah terwujud sedikit pun.
Di media masa, diatas kertas, di depan layar laptop, infokus, dan media terkesan bahwa Jokowi memang obatnya luka bakar dan luka bernanah bagi orang Papua. Tetapi orang yang berkaca mata hitam tidak pernah sadar bahwa segala upaya tersebut, kalaupun mengatasnamakan kebaikan, kemanusiaan, kasih sayang, program cinta Papua dan lainnya tidak pernah sembuhkan.
Sebab luka manusia yang kini merambat hingga pada luka batin itu tak pernah bisa menghapuskannya atas nama dan demi apapun. Tidak akan pernah bisa menyelesaikan apalagi meniadakan karena luka bernanah itu telah menyatu dalam jiwa dan batin, bukan di badan atau kulit luar saja. Luka itu tidak bisa dibunuh dengan hanya kata minta maaf, harta benda, material, bahan makanan, uang, jabatan, perempuan, dan lainnya pasca sebuah peristiwa pecah dan semakin larut.
OTSUS PAPUA DAN TUNTUTAN PAPUA MERDEKA 20 TAHUN LAGI
Lalu bagaimana nasib Undang-Undang Otonomi Khusus Papua yang kembali diberlakukan atau diperpanjang untuk 20 tahun (2021-2041) ke depan? Apakah kebijakan politik aneksasionis ini akan menyelesaikan akar persoalan Papua–politik ideologis yang menjadi rahim dari Otsus? Apakah akan menjawab macam-macam masalah fundamental? Apakah akan meninternalisasi isu Papua yang makin internasionalisasi?
Kita ketahui bersama Otsus diberikan sebagai Win-Win Solutions, atas semua persoalan di tanah Papua, terutama bagaimana orang Papua merasakan kemerdekaan dalam bingkai NKRI. Lalu mengapa aspirasi Papua merdeka terus dikumandangkan di Tanah Papua, walaupun pemeriksaan harapkan Bagar dengan adanya Otsus Papua bisa memadamkan api teriakan pemisahan diri dari Indonesia?
Saya juga heran kaca mata hitam luar Papua yang berbicara Otsus Y dan kemerdekaan Papua serta Indonesia harga mati. Sebuah pertentangan yang tak akan pernah usai karena berakar pada akar perbedaan ras, suku, bangsa, leluhur, wilayah dan lain sebagainya.
PERJUANGAN UNTUK MASA DEPAN ANAK CUCU
Saya pernah mendengar kalau dari sudut pandang kaca mata hitam disebut-sebut bahwa orang yang bicara Papua Merdeka dan penolakan terhadap UU Otsus Papua adalah orang-orang yang putus sekolah, kelompok sakit hati, tidak punya pekerjaan, provokator, separatis, teroris dan orang-orang yang gagal paham. Hingga ada juga yang berani berkata bahwa mereka hanya cari makan dari isu Papua Merdeka–komersialisasi politik ideologis.
Tetapi pada hakekatnya, Papua merdeka bukan soal pendidikan, pengangguran, kemiskinan, dan opini miring. Atau juga bukan soal makan dan minum, kenyang dan tidak. Tetapi tentang harga diri, jati diri, hak-hak dasar hidup, sumber-sumber mata pencaharian hidup, nasib dan masa depan anak cucuk yang terancam punah.
PERJUANGAN PADA LEVEL INTELEKTUAL DAN KEWENANGAN PENUH
Pergerakan, perjuangan dan perlawanan orang Papua sudah beda. Dulu boleh diremehkan. Tapi hari ini jangan lagi coba-coba untuk melihat dengan sebelah mata. Kita boleh katakan orang Papua tidak bisa, tidak mampu dan tidak akan pernah merdeka. Tapi lihat isu Papua di luar negeri. Sekarang sudah ada 84 negara yang mendukung Papua dan itu terjadi bpada saat pemerintah pusat sibuk revisi dan melakukan pengesahan UU Otsus Papua pada Kamis 15 Juli 2021.
Perjuangan orang Papua hari ini sudah melampaui batas-batas di luar kesadaran pemerintah pusat. Sekarang pergerakannya berada pada tingkat perlawanan yang penuh dengan intelektual. Hari ini orang Papua berjuang di kota-kota, bukan seperti dulu yang berbasis di kampung, pelosok, balik-balik gunung dan pulau. Hingga melebarkan sayap dimana-mana, baik di Pasifik, Asia, Australia, Afrika, dan Amerika Latin.
Hari ini mereka mengutamakan perjuangan dengan otak, bukan dengan otot. Tidak dengan tindak kekerasan dan kejahatan. Juga tidak dengan rasisme dan diskriminatif rasial, sungguh pun pemerintah sering menunjukkan sikap, kebijakan dan keberpihakan semu yang rasis dan diskriminatif. Roh perjuangan lama berubah bentuk menjadi perjuangan yang bersemangat progresif dan mengutamakan perlawanan yang damai.
Kita boleh menculkan ketidakpercayaan dari ketidakmampuan, bahkan kebodohannya sendiri. Tetapi lihatlah fakta tanpa seratus persen merujuk pada kata dan data diatas kertas. Kita boleh berasumsi dengan ketidakpercayaan masing-masing. Tetapi kita juga harus akui perubahan drastis di samping dinamika politik yang kacau balau bakalan.
Jika Indonesia ingin baik-baik saja di Papua, rubah pola pikir, dan ubah kebijakan yang penuh dengan kecurigaan, ketidakpercayaan, rasis dan diskriminasi. Lebih baik melakukan evaluasi kebijakan kontradiktif dan perspektif pembangunan tanpa memberikan kewenangan penuh kepada pemerintah daerah, dan orang Papua.
Dari tulisan ini saya mau menyimpilkan bahwa provinsi Papua merupakan daerah otonomi khusus dimana kewenagan pemerintahan sepenuhnya diberikan kepada pemerintah daerah, ( Desentralisasi Kekuasan ) kecuali, hunungan luar negeri, fiskal dan beberapa hal lainnya, maka pemerintah pusat wajib memberikan kewenagan sepenuhnya kepada pemerintah daerah.
BUKA HATI NURANI DAN BUKA RUANG DIALOG BERMARTABAT
Hal lain untuk membuat Indonesia sehat dan semakin kokoh di tanah Papua badalah dengan mendorong dialog–perundingan internasional. Perundingan Nyang sifatnya melibatkan pihak ketiga yang legal, netral, independen, berkompeten dan profesional. Itulah salah satu jalan sederhana demi keselamatan, kehidupan, kebenaran, keadilan dan keutuhan, kedaulatan serta kedamaian sejati Papua dan Indonesia.
Dalam dua puluh tahun Otsus berjalan ini mesti ada ruang dialog. Tapi bukan dialog interaktif, konstruktif, sektoral dan sejenisnya. Namun, lebih pada dialog yang berskala internasional, yang mampu menyelesaikan ragam problematika di tanah Papua hingga merombak strategi kebijakan Otsus yang mampu membawah pemberdayaan, perlindungan dan keberpihakan bagi orang Papua di Indonesia atau terlepas dari negara itu–kewenangan.
Penulis Oleh Yops Itlay presiden mahasiswa Universitas Cenderawasih.
DPN PERMAHI : Pelaksanaan Rekomendasi ORI - KOMNAS HAM, Pemerintah dan DPR Perlu Gabungkan Kekuatan Melawan Korupsi
FAIZ ARSYAD, PEMUDA BERPRESTASI INTERNASIONAL YANG JADI JUBIR MUDA PAN
Semangat BerbagGIE Generasi Muda
Ulang tahun KNPI Ke-48, HMI MPO Jaksel berikan kritik keras kepada KNPI Jakarta Selatan
Sikap KAMMI Samarinda Dalam RAPIMDA SAMARINDA : PPKM Wajib Mengedepankan Kesejahtraan Masyarakat Tepian
Sema Fikom Universitas Jayabaya Menggelar Webinar Dengan Judul “How To Build Our Self Branding In Digital Era“
KABARMASA.COM,
JAKARTA – Fakultas ilmu komunikasi universitas jayabaya akan kembali menggelar
webinar dengan judul “HOW TO BUILD OUR SELF BRANDING IN DIGITAL ERA“.
SEMAFIKOM
JAYABAYA PROUDLY PRESENT 🔊
COMBINAR 2021
"HOW
TO BUILD OUR SELF BRANDING IN DIGITAL ERA"
Halo, Combinarss👋🏼
Jaman
sekarang ini pengen jadi Content Creator, tapi masih bingung mau buat Content
apa? Masih gak pede? Dan belum tau passion nya dimana, tapi mau mulai berkarya?
Yukk! Sini sini sini ngumpul, kita diskusi bareng combinar di✨webinar✨ fikom yang
akan membahas keresahan kalian semua! Dalam webinar ini kalian akan dapat
banyak tips and tricks untuk membuat content yang menarik dan menemukan passion
kalian!
You'll get
✅ilmu bermanfaat
✅e-certificate
✅doorprize
✅voucher @melts.id 20% (untuk 200
peserta pertama)
✅relasi
Will be held on
🗓️ senin, 19
Juli 2021
⏰13.00-selesai
📍zoom conference
✨FREE
Tertarik? Tunggu apa lagi, yuk daftar di ⤵️
bit.ly/WebinarFikomUJ
🚨penting!
Doorprize
pemenang lomba dengan hadiah uang elektronik (juara 1,2,3) dan hampers
@meltsid dan @potokopijkt
Untuk info lebih lanjut bisa cek instagram
@semafikom_jayabaya atau hubungi
💬 Nabila 081281492518
💬 Yusuf 08559895357
Ambon Bergemuruh Demo Tolak PPKM, Mahasiswa dan Satpol PP Terlibat Bentrokan
Liga Mahasiswa NasDem Mendatangi Pusat Vaksinasi di Universitas Krisnadwipayana
BEM F.H Universitas Jakarta Memberikan Apresiasi Kepada Ditlantas Polda Metro Jaya Atas Aksi Heroik Membantu Proses Persalinan Anak Bangsa
KABARMASA.COM, JAKARTA - Kamis /15 /07/ 2021 Saya Ricci Ricardo Ketua BEM F.H Universitas Jakarta sangat bangga atas aksi terpuji yang di lakukan oleh tiga Pahlawan Anggota Ditlantas Polda Metro Jaya pada Selasa 13 Juli 2021 Pukul 18:00 Wib Tepat di KM 36.00 B Jalan Tol Bekasi - Jakarta , dengan berani mengawal sampai dengan Rumah Sakit Adhiyaksa Bambu Apus Jakarta Timur di tengah-tengah kerumunan kendaraan di ibu kota Jakarta.
Kami juga memberikan apresiasi setinggi tingginya atas sikap seorang pemimpin muda Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo yang selalu senantiasa menggunakan pedoman Kepolisian Republik Indonesia TRI BRATA dengan selalu melayani masyarakat kecil Indonesia dan mengunakan hati nurani dalam menyikapi suatu persoalan . Menunjukan cara seorang kesatria dengan sigap memberikan penghargaan kepada ketiga anggota kepolisian Ditlantas Polda Metro Jaya .
Dasar & alasan kami Mahasiswa BEM F.H Universitas Jakarta sangat sederhana dengan melihat segala sesuatu secara objektif , di masa pandemi covid-19 yang saat ini sedang tinggi tingkat serta angka penularannya, pihak Kepolisian Ditlantas Polda Metro Jaya menghiraukan segala kemungkinan kemungkinan terburuk , hanya demi kemanusiaan.Ketiga Pahlawan Anggota Ditlantas Polda Metro Jaya layak serta pantas mendapatkan penghargaan dengan di dasari telah menjalankan tupoksi Polri sesuai amanah konsitusi berdasarkan UU No 02 Tahun 2002 serta Pedoman Polisi Republik Indonesia yaitu CATUR PRASETYA Menjaga Keselamatan Jiwa Raga dan Hak Asasi Manusia yang selalu senantiasa melayani masyarakat kecil Indonesia . Aksi heroik serta terpuji tersebut di lakukan semata mata demi menyelamatkan wanita yang sedang hamil tua. Ujar Ricci Ricardo Ketua BEM F.H Universitas Jakarta.
Aliansi Mahasiswa Penjaga Kelestarian Alam Dan Budaya Menolak Eksploitasi Tanah Adat Dan Budaya
Menurut masyarakat adat baduy dalam serta Mahasiswa terkait dengan keadaan Gunung Liman dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak yang dijadikan tempat pengeksploitasin alam dirasa tidak manusiawi, disebabkan hutan yang sangat di sakralkan oleh masyarakat suku baduy dalam yang masih memegang teguh Hukum adat istiadat.
Gunung Liman dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak sejatinya tempat yang wajib di lindungi dan dijaga merujuk pada UUD 1945 Pasal 18b Ayat 2 dimana menyebutkan Negara mengakui dan menghormati kesatuan masyarakat Hukum adat beserta Hak tradisionalnya sesuai prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia hutan yang di sakralkan oleh warga baduy dan diduga pihak Kepolisian Polda Banten tidak mampu untuk menangkap pelaku utama yang membiayai serta mendalangi penambangan Emas liar tersebut yang diduga pihak Polda Banten ikut menikmati hasil dari pada Penambangan Emas Ilegal tersebut.
Pertambangan Emas Ilegal berdasarkan informasi dikelola minimal 20 s/d 30 disetiap lobang Tambang Ilegal, namun pihak Kepolisian Polda Banten hanya mampu menangkap 5 tersangka berdasarkan temuan AMPAS DAYA ( Aliansi Mahasiswa Penjaga Kelestarian Alam dan Budaya).
Gunung Liman dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak sangat disakralkan bahkan dijaga kelestariannya sesuai dengan amanah Konstitusi, ditambah lagi alat yang digunakan oleh penambang liar memiliki kandungan yang sangat berbahaya seperti MERKURI, yang dimana penggunaan merkuri secara ilegal telah di atur dalam (UU No.11 Thn 2017,terkait dengan konvensi mina mata.)Paparan yang tinggi terhadap merkuri dapat berupa kerusakan pada saluran pencernaan, sistem saraf, dan sistem urologi. Selain itu, merkuri juga berisiko mengganggu berbagai organ tubuh, seperti otak, jantung, ginjal, paru-paru, dan sistem kekebalan tubuh. Merkuri tidak hanya akan berdampak kepada orang dewasa.
‘’Saya bersama kawan-kawan Mahasiswa yang tergabung dalam AMPAS DAYA merasa penanaman 5000 pohon yang akan digadang-gadang oleh Kapolda Banten tidak semata-mata menjadi solusi saat ini, di sebabkan penanaman 5000 pohon tersebut akan membuahkan hasil yang Positif namun dengan jangka waktu yang cukup lama. kami mahasiswa dan masyarakat suku baduy merasa solusi yang diberikan oleh Kapolda Banten Tidak menjadi solusi utama dalam penanggulangan Ekosistem Alam yang telah rusak akibat penambangan Emas Ilegal tersebut, ucap Ricci Ricardo selaku korlap (14/07/2021).
# save _ tanah_adat_suku_baduy
# save_ekosistem_tanah_masyarakat_adat
# tolak_eksploitasi_taman_nasional
BEM Fakultas Hukum Universitas Jakarta Mengapresiasi Ganti Untung Yang Di Lakukan Oleh Kapolsek Pulogadung
Aliansi Mahasiswa Putra Humbang Hasundutan AMPHU meminta kepada Presiden dan Mendagri segera copot Bupati Humbang Hasundutan
Liga Mahasiswa NasDem Jakarta Timur menghadiri kegiatan NasDem Peduli
Beberapa Anak Muda Yang Memilih Menjadi Pengusaha
Strategi yang beragam menuju peluang bisnis yang lebih menguntungkan dan dapat dilihat dengan jelas. Indonesia sebagai negara dengan potensi kekayaan sumber daya alam yang dimanfaatkan untuk tujuan pembangunan Infrastruktur negeri ataupun swasta. Kami secara progresif terus mengoptimalkan prospek bisnis dengan memanfaatkan infrastruktur Indonesia. tutur rafa dalam pengakuannya.
Rafa juga menambahkan PT. Indoprema Naga Utama mengantar seluruh jenis cargo, mulai dari muatan berat seperti material bangunan sampai barang-barang dengan pengemasan dengan pengamanan khusus. kami mengantar ke tempat tujuan sesuai permintaan. kami juga menyiapkan berbagai jenis kendaraan pengangkut menyesuaikan dengan jenis barang muatan yang di angkut PT. Indoprema Naga Utama sudah sangat berpengalaman dalam bidang pengangkutan ini.
Menurut Komisaris di PT Indoprema Naga Utama Rafi Minang, PT. Indoprema Naga Utama menyediakan berbagai jenis Kendaraan angkutan dump truck untuk pekerjaan pembangunan negri ataupun swasta. kami menyesuaikan dengan material yang akan di angkut, diantaranya seperti tanah ataupun material lainnya. tentunya armada yang kami gunakan telah memenuhi standard yang ditetapkan oleh kementrian perhubungan pekerjaan yang sudah di selesaikan dalam 2 tahun terahir adalaha Angkasa Pura III Wika Beton Precast Mekarwangi,Cibubur,Setu Reklamasi Pantai Indah kapuk II Dan PLTG Cilamaya (Samsung) Dan target kedepannya PT indoprema Naga Utama Siap menjadi Subcon di BUMN seperti Waskita atau Wika.
Muhammad Alkautsar selaku Komisaris utama PT Indoprema Naga Utama juga menambahkan Lingkaran merah Logo indoprema itu Diibaratkan sebagai 2 lampu sorot yang berfokus di indonesia yang menandakan IPNU memfokuskan pembangunan di indonesia dengan ikut membangun negri Daun semanggi yang menandakan keberuntungan menandakan agar IPNU selalu mendapatkan keberuntunga setelah berusaha dan berikhtiar kepada TUHAN Warna Merah Dan Putih Menegaskan kembali bahwa IPNU berkomitmen membangun negeri Alka juga menambahkan project kedepan ada PGV podomoro cimangggis PT Indoprema Naga Utama sudah memiliki 2 vendor yang siap membantu target indoprema yaitu PT Impreza Perdana dan CV Rusherlambang Putera Mandiri yang siap me support matrial dan unit dumptruck tutur Alka.