Showing posts with label pendidikan. Show all posts
Showing posts with label pendidikan. Show all posts

Profil dan Harta Kekayaan Supratman Andi Agtas, Menkumham yang Gantikan Yasonna Laoly

KABARMASA.COM, JAKARTA - Tak hanya bergelar doktor di bidang ilmu hukum, Supratman Andi Agtas tercatat sebagai pengajar atau dosen di fakultas hukum Universitas Tadulako periode 1998-2012. Dia juga pernah menggeluti profesi sebagai pengacara atau advokat sebelum terjun ke dunia politik Tanah Air dan bergabung dengan Partai Gerindra.


Terjun ke dunia politik, Gerindra sukses membawa Supratman melenggang ke senayan sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019. Saat itu, Supratman didapuk menjadi Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR. Gerindra kembali mempercayakan posisi tersebut kepada putra asli Sulawesi Tengah ini pada periode keduanya lolos ke Senayan. Total, Supratman Andi Agtas dua periode dipercaya menduduki jabatan Ketua Baleg DPR RI oleh Gerindra, periode 2014-2019 dan 2019-2024.


Namun, jelang berakhirnya masa jabatan DPR periode 2019-2024, Supratman diganti oleh Wihadi Wiyanto yang sama-sama berasal dari Gerindra. Keputusan mengganti Supratman Andi Agtas tersebut dilakukan sejak 1 Agustus 2024. Tetapi, surat pergantiannya baru diterima Supratman saat memimpin rapat pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang akan di-carry over kepada Anggota DPR 2024-2029 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta pada 6 Agustus 2024. Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, tidak ada alasan khusus mengenai pergantian Ketua Baleg DPR dari Supratman Andi Agtas ke Wihadi Wiyanto. Dasco mengklaim bahwa pergantian Supratman hanya dalam rangka penyegaran. "Alasannya enggak ada. Penyegaran saja," ujar Dasco di Gedung DPR, Senayan, Jakarta pada 6 Agustus 2024.


Selain di bidang hukum dan politik, Supratman ternyata pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Sulawesi Tengah. Dilansir dari laman fraksigerindra, Supratman juga tercatat pernah menjadi Direktur Utama Perusahaan Daerah Kota Palu pada 2005-2015; Komisaris PT Citra Nuansa Elok pada 2004-2012; serta Ketua Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Tengah periode 2004-2010.


HARTA KEKAYAAN

Dua kali menjadi anggota DPR RI, Supratman Andi Agtas memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 18.403.050.249 berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tanggal 28 Maret 2023 untuk laporan periodik tahun 2022. Dalam LHKPN tersebut tercatat bahwa Supratman memiliki 11 tanah dan bangunan hasil sendiri yang tersebar di Jakarta Utara, Bekasi, Bogor, Palu, dan Toli-toli dengan total nilai Rp 8.326.750.548.


Kemudian, dia juga tercatat memiliki dua kendaraan, yakni Toyota Alphard tahun 2012 yang diklaim hasil sendiri seharga 212.500.00 dan Toyota Inova Venture tahun 2020 yang juga ditulis hasil sendiri seharga 319.600.000.


Selain itu, Supratman melaporkan kepemilikan surat berharga setara Rp 5.861.314.785; kas dan setara kas sebesar Rp 5.503.884.916. Jika semua dijumlahkan maka hartanya sebesar Rp 20.224.050.249. Namun, politikus Partai Gerindra ini ternyata memiliki utang sebesar Rp 1.821.000.000. Sehingga, total harta kekayaan Supratman dikurangi utang menjadi sebesar Rp 18.403.050.249. Menariknya, jumlah harta kekayaan Supratman Andi Agtas tersebut berkurang dari laporan periodik tahun 2021. Saat itu, total hartanya mencapai Rp 23.467.781.288.

 

Share:

10 Beasiswa S1-S3 Luar Negeri Tanpa TOEFL dan IELTS


KABARMASA.COM, JAKARTA - Sebagian besar penyelenggara beasiswa kuliah di luar negeri mensyaratkan kemampuan bahasa Inggris kepada pelamarnya sebagai ketentuan dasar administrasi.

 

Kemampuan bahasa Inggris itu umumnya dibuktikan dengan skor minimum Test of English as a Foreign Language (TOEFL) atau International English Language Testing System (IELTS) tertentu.

 

Namun, terdapat beasiswa jenjang sarjana (S1), magister (S2), hingga doktor (S3) yang tidak mewajibkan pelamarnya melampirkan sertifikat TOEFL atau IELTS. Hal itu dapat terjadi karena aktivitas kuliah tersebut menggunakan bahasa pengantar selain bahasa Inggris.

 

Daftar Beasiswa Luar Negeri Tanpa TOEFL dan IELTS

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa beasiswa luar negeri tanpa TOEFL dan IELTS:

 

1. Global Korea Scholarship (GKS)Global Korea Scholarship atau dulu dikenal sebagai Korea Global Scholarship Program (KGSP) adalah beasiswa yang dikelola lembaga eksekutif di bawah kementerian pendidikan Korea Selatan, National Institute for International Education (Niied).

 

Beasiswa untuk jenjang Associate Degree (D2), S1, S2, dan S3 itu menanggung biaya belajar bahasa Korea selama satu tahun sebelum perkuliahan bagi penerimanya.

 

2. Beasiswa Pemerintah Cina

Dewan Beasiswa Cina (CSC) di bawah Kementerian Pendidikan Cina bertanggung jawab atas penerimaan, pendaftaran, dan administrasi penerimaan Beasiswa Pemerintah Cina.

 

Para pelamar pada program yang diajarkan dalam bahasa Mandarin tidak diminta melampirkan sertifikat TOEFL atau IELTS, tetapi mensyaratkan Hanyu Shuiping Kaoshi (HSK) tingkat tiga hingga empat.

 

3. Beasiswa Pemerintah Turkiye

Pemerintah Turkiye menyelenggarakan program beasiswa bagi mahasiswa internasional tanpa skor IELTS dan TOEFL selama pendaftaran.

 

Beasiswa yang didanai penuh itu mencakup tunjangan bulanan, akomodasi, asuransi kesehatan, kursus bahasa Turki selama satu tahun, biaya kuliah, dan satu tiket pesawat.

 

4. Beasiswa Pemerintah Rumania

Pemerintah Rumania melalui Kementerian Luar Negeri memberikan sejumlah beasiswa kepada warga negara non-Uni Eropa.

 

Untuk mempromosikan bahasa dan budaya Rumania, pemerintah setempat menetapkan penggunaan bahasa Rumania untuk studi S1 dan S2.

 

Bagi kandidat yang tidak bisa berbahasa Rumania, akan diberikan satu tahun persiapan sebelum studi di universitas.

 

5. Beasiswa Pemerintah Swiss

Pemerintah Swiss membuka kesempatan bagi mahasiswa berprestasi internasional yang ingin menempuh pendidikan tinggi tanpa syarat skor IELTS. Beasiswa yang tidak mensyaratkan sertifikat kemampuan berbahasa Inggris itu diberikan kepada mahasiswa beberapa program di University of Geneva, University of Lausanne, University of Basel, University of Bern, dan University of Fribourg.

 

6. Konrad-Adenauer Stiftung Scholarships (KAS)

KAS merupakan program beasiswa penuh bagi mahasiswa internasional yang menempuh program S2 dan S3 di Jerman.

 

Durasi beasiswa diberikan minimal tiga semester dengan 330 penerima. Pelamar tidak perlu mengikuti ujian IELTS untuk mendaftar program beasiswa yang memberikan tunjangan bulanan, tunjangan keluarga, penelitian, biaya perjalanan, hingga asuransi kesehatan itu.

 

7. SBW Berlin Scholarships

SBW Berlin Scholarship ditujukan untuk mahasiswa S1 dan S2 dengan latar belakang ekonomi lemah.

 

Program beasiswa penuh itu tidak meminta persyaratan IELTS, tetapi penerima diharapkan berkomitmen dalam pengembangan proyek sosial di Jerman dan memiliki prestasi akademik yang baik.

 

8. Heinrich Boll Foundation Scholarships

Organisasi Heinrich Boll Foundation memberikan beasiswa studi S3 kepada kandidat yang berminat kuliah di Jerman.

 

Pelamar beasiswa tersebut tidak dimintai sertifikat TOEFL atau IELTS, tetapi harus memenuhi minimal ketentuan tes bahasa Jerman Deutsche Sprachprüfung für den Hochschulzugang (DSH) 2 atau level B2.

 

9. Kurt Hansen Science Scholarships

Kurt Hansen Science Scholarships merupakan beasiswa yang diprakarsai Bayer Foundation untuk mendukung calon guru, guru, serta mahasiswa di bidang matematika, ilmu komputer, ilmu pengetahuan alam, dan teknologi (STEM) du Jerman. Nilai beasiswa yang diberikan mencapai 10.000 euro atau sekitar Rp174 juta (kurs Rp 17.458).

 

10. Hokkaido University President’s Fellowship

Beasiswa Hokkaido University diperuntukkan bagi calon mahasiswa internasional yang mendaftar di program S2 atau S3.

 

Pelamar tidak dimintai sertifikat TOEFL atau IELTS, tetapi harus berstatus sebagai mahasiswa atau alumni universitas yang telah menandatangani Perjanjian Pertukaran Antar-Universitas dan Nota Kesepahaman tentang Pertukaran Mahasiswa.

 

Untuk kampus di Indonesia, Hokkaido University telah bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Palangka Raya (UPR).

 

Dengan demikian, hanya alumni empat perguruan tinggi tersebut yang diberi kesempatan untuk mendaftar.

Share:

Proses UKW untuk Wartawan Muda, Madya hingga Utama


KABARMASA.COM, JAKARTA - Selama ini, syarat untuk menjadi wartawan di Indonesia sangat longgar dan permisif. Siapa saja dengan gampang bisa menyandang profesi wartawan, tanpa pernah diuji dan teruji, yang bersangkutan layak atau tidak disebut wartawan.


Bisa dipastikan, lebih 50 persen wartawan di Indonesia bukan berlatar belakang pendidikan jurnalistik. Bahkan, ada yang tidak pernah mengikuti pelatihan kewartawanan, sehingga—sebenarnya—mereka tidak layak menyandang predikat wartawan.

Padahal, wartawan adalah sebuah profesi. Untuk bisa menyandang profesi tersebut, yang bersangkutan semestinya—paling tidak—pernah mengikuti pendidikan kewartawanan. Selanjutnya, wartawan juga perlu diuji kelayakan menjalankan profesi tersebut.

Karena itu, Uji Kompetensi Wartawan (UKW) menjadi solusi untuk mencegah penyandangan profesi kewartawanan oleh orang-orang yang tidak berhak. Hal ini sebagaimana imbauan Dewan Pers yang ‘mewajibkan’ setiap wartawan mengantongi Standar Kompetensi Wartawan (SKW) yang diperoleh melaluli UKW.


TIGA JENJANG UKW
UKW sendiri terbagi dalam tiga jenjang, yakni wartawan muda, madya, dan utama.

Muda, ujian bagi wartawan profesional yang sudah menjalankan tugas kewartawanan 2-5 tahun berjalan (reporter/asisten penulis/ asisten produser/asisten redaktur).  

Madya, ujian bagi wartawan profesional yang sudah menjalankan tugas kewartawanan 6-11 tahun berjalan (redaktur, penulis/produser).

Utama, ujian bagi wartawan profesional yang sudah menjalankan tugas kewartawanan minimal 12 tahun (redaktur senior/redaktur pelaksana/ penanggung jawab rubrik/koordinator  liputan dan posisi-posisi di atas itu).

Untuk muda, materi yang diuji yakni mengusulkan berita, mengidentifikasi liputan, analisa bahan liputan, merencanakan liputan investigasi, menulis berita,  rapat redaksi, merancang isi berita, menyunting berita dan mengevaluasi, membangun jejaring, wawancara cegat dan terjadwal.

Sementara madya, materi yang diuji yaitu rapat redaksi, koordinasi atau identifikasi liputan pemberitaan, analisa bahan liputan terjadwal, merancang dan merencanakan liputan investigasi, menulis feature, menyunting berita, merancang isi rubrik media, evaluasi hasil liputan, serta membangun dan memelihara jejaring atau lobi.

Sedangkan utama, materi yang diuji yakni memimpin rapat redaksi, mengarahkan (nembuat ToR) liputan investigasi, menentukan bahan liputan, menulis opini/tajuk, kebijakan rubrikasi, dan fasilitasi jejaring atau lobi.

Dalam ujian rapat redaksi, para peserta melaksanakan rapat seperti rapat rutin di media masing-masing. Rapat dipimpin peserta UKW tingkat utama, sementara peserta madya bertindak sebagai pemegang halaman dan peserta muda sebagai wartawan atau reporter.

Untuk mata uji koordinasi dan identifikasi liputan pemberitaan, peserta madya bergabung dengan peserta muda. Para peserta madya memberikan proyeksi kepada peserta muda. Seperti rutinitas di kantor redaksi, hasil proyeksi itu dituliskan dalam lembar jawaban yang telah disediahkan.

Selanjutnya analisa bahan liputan, para peserta diminta menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah disiapkan oleh penguji. Lalu ujian menulis (stainght news untuk muda, feature untuk madya, opini/tajuk untuk utama) dengan batas waktu yang disiapkan oleh penguji, biasanya 15 menit.

Berikutnya ujian menyunting berita. Peserta diberikan naskah berita yang masih kusut untuk diperbaiki. Disusul merancang liputan investigasi. Ingat, liputan investigasi berbeda dengan liputan indepth reporting. Selama menjadi Pemimpin Redaksi Harian Aceh dan Harian Pikiran Merdeka, saya banyak menemukan wartawan yang menganggap indepth reporting adalah hasil liputan investigasi.

Lalu ujian evalusi hasil liputan pemberitaan. Seluruh peserta kembali dikumpulkan dalam rapat redaksi. Peserta utama memimpin rapat, peserta madya bertindak sebagai pemegang halaman dan peserta muda sebagai penyetor berita.


Dalam UKW juga ada ujian membangun dan memelihara jejaring serta lobi. Para peserta diminta menuliskan sejumlah nama nara sumber beserta nomor telepon yang dapat dihubungi. Penguji kemudian meminta peserta menelpon satu atau dua dari sekian nara sumber yang tertulis itu.

Dalam materi ini, penguji berbicara langsung dengan nara sumber melalui sambungan handphone untuk memastikan sumber yang dihubungi peserta itu tidak fiktif serta untuk mengetahui penilaian nara sumber terhadap wartawan yang bersangkutan.

Peserta dinyatakan lulus jika setiap mata uji mendapat nilai minimal 70. Satu mata uji saja mendapat nilai di bawah 70—meski mata uji lain mendapat nilai besar—peserta tersebut dinyatakan tidak lulus.

Demikian gambaran mengenai materi UKW sebagaimana yang diselenggarakan Dewan Pers. Jadilah wartawan yang tidak sekedar mengantongi kartu pers. Namun, Anda adalah wartawan profesional yang menjalankan tugas-tugas kewartawanan dengan baik dan benar.




 


 

Share:

Bersama Pemerintah, ICMI Kota Bekasi Kolaborasi Wujudkan Cita-Cita Indonesia Emas

KABARMASA.COM, KOTA BEKASI - Majelis Pengurus Daerah Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah Kota Bekasi resmi dilantik oleh Ketua ICMI Korwil Jawa Barat di Aula Kampus IBM, Margahayu, Bekasi Timur Kota Bekasi, Sabtu (22/06).


Dalam kesempatan ini DR. H. Inayatullah ditunjuk sebagai Ketua ICMI Kota Bekasi yang baru, menggantikan kepengurusan terdahulu sebagai Ketua Tingkat Kota Faisal Maoliza. 


Tampak hadir, Ketua Dewan Pakar MPP ICMI Prof. Dr. Ing Ilham Akbar Habibie, MBA, PJ Wali Kota Bekasi R Gani Muhammad bersama Kepala Kesbangpol Kota Bekasi Nesan,Dandim 0507/BKS, beserta perwakilan Polres Metro Bekasi Kota hadir pada kegiatan tersebut.


PJ Wali Kota Bekasi berharap ICMI dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah, turut serta dalam melakukan pengawasan dan partisipatif untuk pembangunan dan kemajuan Kota Bekasi.


“Bisa menjadi momentum yang baik, ICMI berkolaborasi, memberikan kontribusi dan turut serta berpartisipsi dalam pembangunan dan kemajuan masyarakat Kota Bekasi. Saya ucapkan selamat kepada DR Inayatulah beserta jajaran pengurus, tentunya bersama kita membangun Kota Bekasi lebih baik lagi,” Ujar Pj. Wali Kota Bekasi


Dengan itu, Ketua ICMI Kota Bekasi Inayatullah berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Bekasi dalam pembangunan dan mengatasi berbagai permasalahan sosial ditengah masyarakat.


"Tugas utama kita setelah dilantik dalam waktu dekat itu kita akan mengadakan program kerja 100 hari ICMI kota Bekasi. Tadi kan ada lima yang menjadi catatan ini stunting, SDM, ketahanan pangan dan pendidikan, moderasi agama, Ini menjadi tugas kita supaya ini menjadi bisa percepatan menjelang Indonesia emas 2045," jelas Inayatullah.

 

Share:

5 Alasan Kenapa Anak Muda Jaman Now Harus Nonton Film Biografi Lafran

 RADAR MALIOBORO - Dalam era digital yang sangat berkembang, anak muda jaman sekarang memiliki akses yang luas terhadap berbagai macam hiburan.

Salah satu jenis hiburan yang sangat populer adalah film.

Berikut adalah 5 alasan anak muda harus menonton film "Lafran":

1. Menjadi Inspirasi dan Motivasi

Film Lafran tidak hanya menawarkan cerita yang menarik, tetapi juga menjadi inspirasi dan motivasi bagi anak muda.

Cerita tentang keberanian dan ketabahan Lafran dalam menghadapi berbagai tantangan membuat anak muda menjadi lebih percaya diri dan lebih berani dalam menghadapi hidup.

Film ini juga menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan kesabaran, anak muda dapat mencapai tujuan yang mereka inginkan.

2. Mengembangkan Imajinasi dan Kreativitas

Film Lafran juga dapat membantu mengembangkan imajinasi dan kreativitas anak muda.

Cerita yang unik dan menarik membuat anak muda menjadi lebih kreatif dalam berpikir dan berimajinasi.

Film ini juga menunjukkan bahwa dengan berpikir luar biasa, anak muda dapat menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.

3. Meningkatkan Kesadaran dan Pengertian

Film Lafran juga dapat meningkatkan kesadaran dan pengertian anak muda tentang berbagai isu sosial dan budaya.

Cerita tentang Lafran yang berjuang untuk mempertahankan budaya dan tradisi membuat anak muda menjadi lebih sadar dan lebih memahami tentang pentingnya budaya dan tradisi dalam kehidupan.

4. Membantu Anak Muda Meningkatkan Kemampuan Komunikasi

Film Lafran juga dapat membantu anak muda meningkatkan kemampuan komunikasi.

Cerita tentang Lafran yang berkomunikasi dengan orang lain dengan cara yang efektif dan efisien membuat anak muda menjadi lebih baik dalam berkomunikasi dengan orang lain.

Film ini juga menunjukkan bahwa dengan berkomunikasi dengan cara yang baik, anak muda dapat mencapai tujuan yang mereka inginkan.

5. Membantu Anak Muda Meningkatkan Kesadaran dan Pengertian tentang Budaya

Film Lafran juga dapat membantu anak muda meningkatkan kesadaran dan pengertian tentang budaya.

Cerita tentang Lafran yang berjuang untuk mempertahankan budaya dan tradisi membuat anak muda menjadi lebih sadar dan lebih memahami tentang pentingnya budaya dan tradisi dalam kehidupan.

Film ini juga menunjukkan bahwa dengan memahami budaya dan tradisi, anak muda dapat menjadi lebih beradab dan lebih berbudaya.

Film Lafran adalah film yang sangat bermanfaat bagi anak muda jaman sekarang.

Oleh karena itu, anak muda jaman sekarang harus menonton film "Lafran" mulai 20 Juni 2024 untuk meningkatkan kesadaran dan pengertian mereka tentang berbagai isu sosial dan budaya.

Share:

Ajukan Gelar Guru Besar, Bamsoet Lulus S2 Dahulu Baru S1

KABARMASA.COM, JAKARTA - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo alias Bamsoet, saat ini sedang mengajukan diri menjadi calon guru besar dari Universitas Borobudur. Bambang mengklaim mengikuti semua prosedur untuk bisa mendapatkan jabatan akademik itu. Salah satunya mengikuti serangkaian tes akademik untuk mendapatkan sertifikasi dosen sebagai syarat pengajuan guru besar. 

Berdasarkan penelusuran Tempo di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Bamsoet lebih dahulu menyelesaikan studi S2 sebelum lulus S1. Bamsoet lulus S2 di Institut Management Newport Indonesia (Imni) atau Sekolah Tinggi Manajemen Imni pada 1991. Sedangkan, Bamsoet baru menyelesaikan S1 pada 1992 di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Jakarta.

Kemudian, Bamsoet juga tercatat telah menyelesaikan S1 di Universitas Terbuka pada 2023. Lalu, lulus S3 di Universitas Padjajaran pada 2023. Bamsoet mengatakan, ia menempuh kuliah di Imni dan STIE Jakarta dalam kurun waktu bersamaan.

Alasan memilih Imni karena lokasi kampus itu berada di seberang kantor Bamsoet bekerja. Kala itu Bamsoet bekerja sebagai wartawan di Harian Prioritas. "Saya kuliah barengan. Ini tempatnya ada di seberang kantor Harian Prioritas. Malamnya nyebrang kuliah dari jam 7 sampai jam 10. Siang di STIE Rawa Mangun untuk menyelesaikan S1," kata Bamsoet ditemui di Jalan Widya Chandra III, Jakarta, Senin, 17 Juni 2024.

Bamsoet mengatakan, ujian akhir kedua kampus itu dilakukan dalam rentang waktu berbarengan. Hasil ujian juga diumumkan bersamaan. Namun, dia mengaku ijazah Imni keluar lebih dahulu ketimbang ijazah S1 STIE. "Ijazah Imni keluar 1991. Satu tahun setelahnya ijazah STIE," kata Bamsoet.

Direktur Pascasarjana Universitas Borobudur, Faisal Santiago, mengatakan Imni kala itu mengeluarkan gelar Master in Business Administration (MBA). "Dahulu memang banyak lembaga pendidikan Indonesia - Amerika yang mengeluarkan gelar MBA. Secara teknis, MBA sama tingkatan dengan S2," ujarnya.

Adapun pada 2019, IMNI sudah ditutup. Meski sudah ditutup, gelar MBA atau S2 yang dimiliki Bamsoet, menurut Fasial, sah. "Hukum tak boleh berlaku surut. Karena waktu itu MBA Bamsoet sah. Tak boleh dihilangkan. Dan itu sudah diklarifikasi eks Mendikbud, Natsir," kata Faisal. 

Kala itu Menristekdikti, M. Nasir, menilai kelulusan Ketua DPR itu tetap sah dan tidak berlaku surut berdasarkan UU Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

"jika kampusnya sudah ditutup kemudian ada yang meragukan ijazah yang sudah dikeluarkan, saya tegaskan itu tidak benar. Jika ijazah itu keluar sebelum UU itu diberlakukan, maka kelulusannya tetap sah. Karena UU itu tidak berlaku surut," kata Nasir pada 2019.

Sebelumnya, Koordinator Kaukus Indonesia Kebebasan Akademik (KIKA), Satria Unggul, mengatakan, pengangkatan guru besar harus sesuai dengan kaidah integritas dan mekanisme yang berlaku. Dia mengatakan, pengangkatan guru besar harus melawati berbagai tahapan mulai dari asisten ahli, lektor, lektor kepala, hingga guru besar. Berdasarkan riwayat di pangkalan data pendidikan tinggi Kemendikbu, Bamsoet belum lama menjadi lektor. 

Di sisi lain, bila Bamsoet langsung diangkat menjadi guru besar, akan menjadi polemik. Bamsoet lebih dahulu lulus S2 sebelum S1. Padahal, pendidikan tinggi harus ditempuh secara berjenjang. "Kalau diangkat jadi guru besar bisa jadi polemik," kata Satria.

 

 

Share:

Kunjungan Anak RA Al Kamal Belajar Tentang Tugas Polisi di Polsek Bantargebang

KABARMASA.COM, KOTA BEKASI - Sejumlah 31 anak didik Raudhatul Athfal (RA) Al Kamal berkesempatan mengunjungi Polsek Bantargebang, Kota Bekasi. Kegiatan ini merupakan bagian dari program bimbingan dan penyuluhan yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Aiptu Zainal M bersama dengan perwira dan anggota Polsek Bantargebang. Selasa (11/6/2024).


Kunjungan ini berlangsung dari pukul 09.00 WIB hingga selesai, dan diterima langsung oleh Kapolsek Bantargebang yang diwakili oleh Panit Lantas Ipda Hardian. Selama kunjungan, para anak didik mendapatkan bimbingan dan penjelasan dari para petugas polisi mengenai tugas-tugas pokok kepolisian, di antaranya:


1. Fungsi Lalu Lintas: Menjelaskan tentang rambu-rambu lalu lintas.

2. Fungsi Bimbingan Masyarakat (Bimas): Memberikan penjelasan tentang hubungan polisi dan masyarakat.

3. Fungsi Intelijen: Menjelaskan tentang pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dan persyaratannya.

4. Fungsi Samapta (Sabhara): Ipda Hardiansyah menjelaskan tentang tugas dan fungsi Sabhara.


Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan peran dan tugas-tugas kepolisian kepada anak-anak sejak dini, serta menumbuhkan rasa hormat dan kepercayaan terhadap aparat keamanan. Diharapkan dengan kunjungan ini, anak-anak dapat memahami dan menghargai peran penting polisi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

Share:

Antisipasi Kenakalan Remaja, Polsek Jatiasih lakukan langkah Penyuluhan di SMKN 7 Jatisari


KABARMASA.COM, KOTA BEKASI, Mengantisipasi aksi tawuran pelajar, perlu dilakukan langkah pencegahan baik dari pihak sekolah maupun pihak kepolisian. Hal ini untuk menghindari adanya korban akibat tawuran.


Kanit Binmas Polsek Jatiasih AKP Amirudin bersama dengan Kanit Lantas AKP Tria Ariani menyambangi SMKN 7  Kampung Bojongsari RT 04 RW 01, Kel. Jatisari, Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi pada Senin (10/06/24).


Pada kesempatan itu, petugas Polsek Jatiasih memberikan penyuluhan dan Deklarasi Anti Tawuran kepada para siswa. Langkah ini tentunya dilakukan untuk menyadarkan para remaja khususnya para pelajar untuk menghindari tindakan negatif.



Sekedar diketahui bahwa jajaran Polres Metro Bekasi Kota juga secara rutin melaksanakan penyuluhan dan edukasi tentang bahaya narkoba kepada para pelajar dan khususnya tawuran.

Share:

Senyum Semangat Fatia Casis Disabilitas Lulus Menuju Rikkes II Bintara Polri

KABARMASA.COM, JAKARTA - Nur Fatia Azzahra tersenyum saat namanya masuk dalam daftar calon siswa Bintara Polri Tahun 2024, yang dinyatakan lulus dalam sidang menuju pemeriksaan kesehatan (rikkes) tahap II. Dengan bersemangat, Fatia optimis dia dapat mengikuti seluruh rangkaian tes tahap II dan lolos seleksi akhir.


“Berterima kasih kepada pimpinan Polri yang telah memberikan saya kesempatan bisa mendaftar dalam seleksi Polri ini. Dan besar harapan saya bisa diterima dan masuk menjadi anggota di kepolisian ini,” kata Fatia, dikutip dari situs Divisi Humas Polri, Minggu (9/6/2024).


Penyandang disabilitas tunadaksa ini merupakan sarjana psikologi. Dia mendaftar Bintara Polri lewat Polda Kepulauan Bangka Belitung.


Pengumuman sidang yang menyatakan Nur Fatia lulus ke tahap rikkes II digelar pada Rabu, (5/6) malam. Saat pengumuman, panitia rekrutmen juga mengumumkan 28 casis wanita lainnya lulus dalam sidang pertama.


“Alhamdulillah pada malam ini saya dinyatakan lulus dan bisa melanjutkan seleksi tahapan rikkes kedua. Dengan harapan saya sampai tahapan akhir saya bisa lulus terpilih tes seleksi Polri,” ungkap Fatia.


Dia mengaku motivasi terbesar menjadi polisi wanita (polwan) adalah untuk meningkatkan rasa percaya diri. Dia juga hendak membuktikan keterbatasan fisik tak menjadi penghalang untuk mewujudkan impian. 


“Tetaplah berpikir positif dengan perjuangan hidup, Percaya diri adalah kunci kehidupan,” pungkas Fatia saat ditanya soal motto hidupnya.

 

Share:

Pria Miskin Balas Dendam Ditolak Nikah, Punya Emas Rp 2 T

KABARMASA.COM,JAKARTA- Masalah percintaan seringkali membuat seseorang dirundung kesedihan. Apalagi jika ada seseorang menyatakan cinta, tapi ditolak oleh yang bersangkutan hanya karena faktor ekonomi. Rasa sakitnya tentu bisa dirasakan.

Begitulah yang dialami Samuel Bellamy, pria kelahiran 23 Februari 1689. Di usia yang cukup matang untuk menikah, yakni 26 tahun, Bellamy menyatakan cinta dan ingin mengajak nikah perempuan bernama Maria Hallet.


Sayangnya, keinginan itu ditolak mentah-mentah keluarga Maria yang merupakan tuan tanah. Alasannya karena Bellamy masih terlalu miskin untuk meminang anak orang. Saat itu Bellamy memang hanya pelaut miskin. Statusnya di kapal hanya "pegawai rendahan" yang tak membuatnya bisa kaya raya.

Mendengar jawaban tersebut, hati Bellamy langsung tergores. Dia tak terima mendapat penolakan tersebut dan melakukan aksi balas dendam untuk bisa kaya raya supaya bisa menikahi Maria.

Bagaimana ceritanya?

Bajak Laut

Sebagaimana dipaparkan Colin Woodard dalam The Republic of Pirates: Being the True and Surprising Story of the Caribbean Pirates and the Man Who Brought Them Down (2007), usai kejadian tersebut Bellamy bertekad menjadi pelaut kaya raya.


Caranya dengan memberanikan diri melakukan pencarian harta karun di seluruh lautan dunia. Dia pertama kali melakukan perburuan pada 1716 ke Semenanjung Florida. Saat itu, dia mendengar kabar ada kapal Spanyol pengangkut harta yang tenggelam. Isinya puluhan kilogram emas dan perak.


Dengan mengajak pengrajin emas, Palgraves William, dia melakukan pelayaran dari Massachusetts sekalipun resikonya besar karena berurusan juga dengan pemburu harta lain.


Akan tetapi, perburuan harta di Florida tak berjalan mulus. Mereka hanya mendapat beberapa keping emas dan perak. Sementara peti-peti harta karun yang dicari tak ketemu, sehingga membuatnya alih profesi jadi bajak laut. Rasa dendam akibat ditolak nikah perempuan lantas membuatnya semangat menjalani profesi ini. Dia membangun tim yang beranggotakan orang-orang terampil.


Maka, setelahnya kisah hidup Bellamy bak film "Pirates of Caribian". Sehari-hari Bellamy hidup di lautan mencari mangsa kapal tak berdaya untuk dirampok. Tentu dia memasang bendera hitam lengkap bergambar tengkorak. Ciri khas bajak laut.


Lokasi kerja Bellamy biasanya di Teluk Honduras. Di sana merupakan jalur perdagangan global. Banyak kapal-kapal kecil yang dimangsa Bellamy. Namun, tak semua upaya perampokan berjalan lancar. Ada kalanya kapal Bellamy yang justru dirampok.


Dalam situs resmi Whyndah Museum, perampokan terbesar Bellamy terjadi pada 1717. Kala itu dia merampok kapal asal Inggris, Whyndah. Kapal itu berisi budak-budak asal Afrika dan tentunya ribuan kilogram emas, berlian, dan perak. Dia kemudian merampas kapal Whyndah dan mengibarkan bendera penanda dirinya.


Pada akhirnya, itu semua perlahan pelaut miskin itu berubah menjadi kaya. Dia dikenal sebagai penguasa lautan dan mulai ditakuti. Di titik ini, Forbes (2008) menempatkan Bellamy sebagai perompak terkaya sepanjang sejarah.


Berkat upayanya berjaya di lautan dan kesuksesan merampok berton-ton emas dari kapal-kapal, dia punya kekayaan mencapai US$ 120 juta atau setara dengan Rp 2 triliun. Dengan kepemilikan harta sebesar itu, satu mimpi Bellamy terkabul: menjadi kaya raya. Berarti, dia bakal kembali lagi menikahi pujaan hatinya, Maria.


Mati Muda

Bellamy melakukan pelayaran ke Massachusetts pada 26 April 1717 untuk menemui Maria. Sayang, perjalanan kali ini tak mulus. Kapal layar yang dikomandoinya diterjang badai ganas. Perlahan, kapal tersebut tenggelam bersama 140 awak dan peti-peti harta karun. Bellamy pun dinyatakan tewas tenggelam di usia masih sangat muda, yakni 28 tahun.


Dengan demikian, upaya balas dendam Bellamy pun tak tuntas. Perjuangan menjadi kaya raya dengan susah payah terpaksa berakhir sekejap di lautan. Plus, dia tak bisa menikahi pujaan hati yang pernah menolaknya.


Di daratan, Maria Hallet lama menunggu kabar. Berbagai sumber menyebut Maria memutuskan untuk menikahi dengan pria lain yang terlebih dahulu melamarnya. Pada akhirnya, Maria dan Bellamy tak lagi bersama. 

Share:

Muksin Mahu Kecam Pengeroyokan Korda BEMNUS NTT oleh Oknum Polisi

KABARMASA.COM, KUPANG — Menanggapi insiden pengeroyokan Koordinator Daerah (Korda) BEM Nusantara (BEMNUS) Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh sekelompok oknum kepolisian, Koordinator Pusat (Korpus) mengecam dan minta segera diadili.

Kami mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum aparat kepolisian di NTT terhadap KORDA BEMNUS NTT, Saudara Hemax Herewila saat menggelar aksi di depan pengadilan negeri (PN) Kupang, kamis, (04/04).

Aparat kepolisian daerah Nusa Tenggara Timur mestinya mengedepankan dialog dengan cara-cara persuasif dalam menghadapi pengunjuk rasa, bukan malah kompak untuk melakukan pengeroyokan terhadap masa aksi sehingga dapat mencederai nilai-nilai kepolisian dalam berdemokrasi.

Sebagaimana juga diatur dalam Pasal 28E ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 (Selanjutnya disebut UUD NRI 1945) Mengamanatkan,”Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.” dengan begitu kebebasan menyampaikan pendapat sudah merupakan hak yang dilindungi oleh konstitusi negara kesatua republik Indonesia

Sebagai penegak hukum yang seharusnya menjadi pelindung dan pelayan masyarakat, tindakan kekerasan semacam itu tidaklah etis namun juga merusak nama baik institusi kepolisian Republik indonesia.

Penggunaan kekuatan dalam tindak kepolisian ialah untuk mencegah, menghambat dan menghentikan tindakan yang diduga melakukan perbuatan melanggar hukum. Tetapi yang terjadi sebaliknya, anggota Polri justru menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk melukai massa aksi hal ini dialami oleh Korda BEMNUS NTT.

Tindakan penganiayaan hingga luka-luka yang di akibatkan oleh oknum-oknum kepolisian merupakan pelanggaran atas konvensi menentang penyiksaan dan perlakuan yang kejam dan tidak manusiawi, atau merendahkan martabat manusia sebagaimana telah diratifikasi oleh pemerintah Republik Indonesia melalui Undang – Undang Nomor 5 Tahun 1998.

Selanjutnya pembubaran massa aksi tidak sesuai dengan prinsip dan tahap-tahap penggunaan kekuatan.
Perkap Nomor 1 Tahun 2009, dalam menggunakan kekuatan anggota Polri haruslah mengedepankan prinsip proposionalitas yang berarti penggunaan kekuatan harus dilaksanakan secara seimbang antara ancaman dan tingkat kekuatan yang ada.

Maka saya mendesak dan meminta Polda NTT untuk segera memeriksa dan memberi sanksi yang tegas terhadap aparat-aparat kepolisian yang melakukan tindakan di luar prosedural pada saat pengamanan massa aksi di Pengadilan Negeri (PN) Kupang.

 

Share:

Kandidat sarjana mengabdi (KSM) adalah program pengabdian masyarakat untuk mahasiswa yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Malang


KABARMASA.COM, MALANG - Program ini bertujuan untuk menanankan nilai sosial kepada mahasiswa agar dapat menganalisis kaeadaan sosial dengan efisien.

     

Kelompok KSM gabungan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FEB UNISMA melakukan pengabdian di organisasi non profit yakni PMII Rayon Alfarabi yang bertempat di Jl. Joyotamansari Kota Malang. Dalam melaksanakan tugas pengabdian ini, kelompok gabungan KSM yang terdiri dari 11 anggota, Menyusun program kerja yang berorientasi pada pengadvokasian penggurus dan anggota PMII Rayon Alfarabi agar terjun ke masyarakat melakukan sosialisasi tentang Pendidikan dan ikut berkontribusi dalam kegiatan kemasyarakatan seperti gotong royong.


Kegiatan bermula malam hari dengan mengundang Sahabat Gus Tamin untuk menjadi pemateri tentang eknomi politik guna meningkatkan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia pada PMII Rayon Alfarabi. Kemudian dipagi hari kami melaksanakan kegiatan bakti Pendidikan pada PAUD yang berada di sekitar secret PMII Rayon Alfarabi, yang bertujuan untuk meningkatkan keatifan anak-anak dalam dunia Pendidikan dan memberikan sosialisasi kepada ibu- ibu mereka bahwa betapa pentingnya mengenalkan dunia Pendidikan sejak sedari masih dini.


Pengetahuan Analisis sosial sangat dibutuhkan dan perlu dipelajari hingga dalam, karena apa, karena dalam melihat keadaan masyarakat kita perlu memperhatikan beberapa aspek, seperti halnya: aspek ekonomi, aspek Pendidikan, aspek Kesehatan dan aspek aspek lainnya. Oleh karena itu agar tidak terjadi bias kita perlu mendalami ilmu analisis sosial. Langkah awal yang harus kita ketahui dalam melihat keadaan sosial masyarakat yakni dengan analisis SWOT atau juga bisa 5W+1H. kemudian harus adanya rencana tindak lanjut dari kerangka konseptual yang telah disusun dengan mengadakan evaluasi dari segala konsepan yang telah dilaksanakan dengan tujuan agar lebih efisien.

Share:

Mosi Tidak Percaya Kepada Ketum Badko HMI Jabar: Segera Melakukan Pertanggungjawaban Kepengurusan Periode 2021-2023

 

KABARMASA.COM, BANDUNG - Para pengurus Badan Koordinasi (Badko) HMI Jabar itu mendatangi kantor sekretariat Badko HMI Jabar di Jalan Sabang 17, Kota Bandung, pada Minggu (19/2/2024), sekira pukul 19.00 WIB.

Kedatangan mereka melakukan pernyataan sikap menentang sikap Firman Nasution, yang dianggap telah melanggar konstitusi HMI dengan menjalankan organisasi secara ugal-ugalan.

Seperti diketahui, Firman Nasution adalah Ketua Umum Badko HMI Jawa Barat Periode 2021-2023.

Selain melakukan pernyataan sikap, mereka menggelar aksi membentangkan baliho yang bertuliskan “Dicari dan Kejar Firman Nasution untuk Melaksanakan Pertanggungjawaban Kepengurusan”.

Hilman Hadafi selaku perwakilan pengurus Badko HMI Jawa Barat mengatakan, aksi ini dilakukan untuk meminta pertanggung jawaban Firman Nasution yang melaksanakan organisasi secara ugal-ugalan dan menabrak konstitusi.

“Sebagaimana yang diatur di Anggaran Dasar (AD HMI) Pasal 16, keuangan dan harta benda HmI dikelola dengan prinsip transparansi, bertanggung jawab dan berkelanjutan akan tetapi selama periodesasi Firman Nasution tidak pernah diinformasikan jumlah kas pemasukan dan pengeluaran organisasi HMI Badko Jabar,” ungkap Hilman dalam keterangannya pada Rabu (21/2/2024) malam.

Hilman menjelaskan, HMI merupakan organisasi kaderisasi dan perjuangan yang mana harus dinahkodai oleh seorang muslim yang kaffah ataupun insan kamil, sehingga organisasi ini berjalan di-trek-nya sesuai dengan konstitusi yang dianut.

Akan tetapi setelah Pleno II yang dilaksanakan Kamis, 25 Mei 2023 di Balatkop Jabar sampai dengan sekarang tidak pernah dilaksanakan raker semester III secara formal maupun rapat harian.

Sedangkan di ART HMI Pasal 21 ayat 6 huruf c mengatakan apabila Ketua Umum tidak melaksanakan dan atau hadir didalam rapat harian selama 2 bulan berturut-turut dapat diberhentikan dari jabatannya.

Menurut Hilman, apa yang dilakukan oleh Firman Nasution sebagai Ketua Umum telah merusak organisasi secara parah dan sama sekali tidak menjalankan fungsinya sebagai jembatan bagi kader HMI di tingkat provinsi.

“Alih-alih fokus untuk membuat aktifitas dan program kerja dalam rangka membangun organisasi tercinta, Firman Nasution lebih berfokus membangun ambisi politik pribadinya menjadi ketum PB HmI ataupun personalia pengurus PB HmI dari pada kepentingan umum organisasi,” tegas Hilman.

Hilman pun mengibaratkan Firaun adalah diktaktor yang ada dijaman Mesir, akan tetapi sekarang di HMI sudah tercipta “Firaun kecil-kecil” salah satunya Firman Nasution yang sekarang ini menjabat sebagai Kabid Lingkungan Hidup periode 2024-2026 di PB HMI. Namun demikian jabatan lamanya sebagai Ketum Badko HMI Jabar masih tetap dipertahankannya.

“Ini menunjukan bahwa karakterristik beliau seorang yang gila jabatan sedangkan jika menganut cara pandang almarhum Gusdur tidak perlu ada jabatan yang dipertahankan mati-matian,” tandas Hilman.

 

Share:

Youtube Kabarmasa Media



Berita Terkini

Cari Berita

Label

Recent Posts